Cerita Edo, Pemudik yang Terjebak Macet 12 Jam di Pelabuhan Merak

by -

Foto : Jawa Pos

METROPOLITAN.ID – Kemacetan parah di Pelabuhan Merak, Banten turut dirasakan pemudik asal Kota Bandung, Jawa Barat bernama Edo Alfarez. Bagaimana tidak, dari Bandung, Edo harus menempuh perjalanan hampir 24 jam untuk bisa naik ke atas kapal ferry yang membawanya ke Pulau Sumatera.

Saat dihubungi detikJabar, Edo bercerita ia mulai berangkat dari Bandung pada Jumat (29/4) pada pukul 22.00 WIB. Ia berangkat bersama lima anggota keluarganya dengan tujuan Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

“Saya berangkat dari Bandung sama bapak, ibu, dua adik saya sama anak saya. Pakai mobil pribadi berangkatnya,” kata Edo mengawali ceritanya melalui sambungan telepon seluler, Minggu (1/5/2022).

Awal perjalanan, Edo sudah diarahkan keluar Pintu Tol Dawuan di daerah Cikampek. Mengingat selama arus mudik, ada penerapan one way atau satu jalur di Tol Trans Jawa oleh kepolisian khusus untuk pemudik dari Jakarta.

Edo pun harus menyusuri jalan arteri hingga ke daerah Purwarkarta. Sebelum akhirnya diarahkan kembali menuju tol dalam kota di Jakarta hingga ke arah tol di Tangerang, Banten.

Baca Juga  Kiat Ampuh Dokter Boyke, Bikin Pasutri Puas Maksimal

“Dari jam 10 malem, saya sampe Tangerang itu pas waktu sahur jam 4 subuh. Akhirnya istirahat dulu di sana sambil sahur terus nunggu waktu Subuh,” ungkapnya.

Dari Tangerang, Edo menyebut tak ada antrean panjang yang terjadi selama perjalanannya. Ia pun sudah bisa tiba di GT Cilegon Timur pada Sabtu (30/4) pukul 06.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari daerah Tangerang.

“Jam 5 subuh saya berangkat lagi. Nah jam 6 pagi itu udah sampe di Cilegon, soalnya enggak macet,” ucapnya.

Kemacetan horor baru ia rasakan setelah keluar GT Cilegon Timur menuju GT Merak. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh kurang dari 30 menit itu, harus Edo lalui hingga berjam-jam.

Bagaimana tidak, saat keluar GT Cilegon pukul 06.00 WIB, kendaraan yang menuju Merak waktu itu mengular hingga belasan kilometer. Edo pun harus ikut antre supaya bisa melanjutkan perjalannya ke pelabuhan.

Baca Juga  Pindah Tangan, Kepemilikan Lahan 9,4 Hektare di Katulampa Bogor Disoal

Edo baru keluar GT Merak pada pukul 14.00 WIB. Namun tetap saja, kendaraan masih mengular dan membuatnya antre berjam-jam untuk bisa tiba di dermaga Pelabuhan Merak.

“Pokoknya dari keluar Pintu Tol Merak itu, saya baru nyampe di pelabuhan buat masuk ke kapalnya itu pas buka puasa jam 6 sore. Berarti 12 jam saya kejebak macet dari sana,” ungkapnya.

Untungnya, Edo tak merasakan antrean panjang lagi untuk bisa masuk ke dalam kapal ferry menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Pasalnya, ia sudah membeli tiket kapal secara online dan tak menunggu lama hingga naik ke atas kapal.

“Jam 8 malem saya udah naik ke kapal. Itu Alhamdulillah enggak ngantre lama lagi, langsung begitu kapalnya ada, langsung naik,” tuturnya.

Selama 12 jam terjebak kemacetan, Edo bersyukur keluarganya tak banyak yang rewel. Ia banyak memanfaatkan waktu untuk beristirahat saat terjebak macet untuk menghilangkan kepenatan.

“Pas macet itu banyak istirahat di jalan. Kalau enggak macet kayak gitu mah, seharusnya saya pas naik kapal itu udah nyampe di Palembang kang,” katanya.

Baca Juga  Dipecundangi Maccabi Haifa 0-2, Presiden Juventus Justru Pastikan Allegri Tak Akan Dipecat

Tapi karena kemacetan horor tersebut, Edo baru tiba di kampung halamannya di Ogan Ilir pada hari ini, Minggu (1/5) pukul 09.00 WIB. Namun demikian, ia tetap bersyukur bisa tiba di kampung halaman sebelum Lebaran.

“Soalnya kan dua tahun kemarin pas COVID, saya sama keluarga enggak pulang kampung. Dua tahun kemarin mah Lebarannya di Bandung aja,” ucapnya.

Setelah merasakan terjebak kemacetan panjang itu, Edo pun berencana kembali lagi ke Bandung pada Sabtu (7/5/2022). Ia berharap kemacetan panjang tak terjadi lagi seperti perjalanan mudiknya ke Ogan Ilir.

“Sabtu saya pulang lagi ke Bandung, soalnya hari Senin itu sudah ada kerjaan. Mudah-mudahan macetnya enggak kayak pas mudik yah, sudah bisa terurai nanti pas arus balik mah,” tutur pria yang berprofesi di dunia entertainment di Kota Bandung tersebut.(dtk/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *