Dubes Beberkan Kronologis Hilangnya Putra Sulung Ridwan Kamil, Pencarian Berlanjut dengan Drone Sensor Panas

by -
Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman Hadad, saat konferensi pers secara virtual dari Bern, Swiss, Sabtu (28/5). (Dok. Kompas)

METROPOLITAN.id – Kedutaan Besar (Kedubes) RI untuk Swiss membeberkan kronologis hilangnya putra sulung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), yang hilang saat berenang di Sungai Aare, Swiss.

Pada jumpa pers Sabtu (28/5), Kedubes menjelaskan awal mula saat mendapatkan laporan hilangnya Eril.

Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman D Hadad, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan hilangnya Eril pada Kamis (26/5) sekitar pukul 11:24 waktu Swiss.

Dalam laporan awal, kata dia, menyebutkan adanya warga negara Indonesia yang hilang saat berenang di Sungai Aare.

“Pada hari Kamis, 26 Mei 2022 sekitar pukul 11:24 waktu Swiss, KBRI Bern menerima laporan hilangnya warga negara Indonesia bernama Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang berenang di Sungai Aare,” katanya dalam konferensi pers, Sabtu (28/5).

Baca Juga  Anindya Bakrie Jadi Penonton Pesbukers

Dari informasi yang diterima pihaknya saat itu, peristiwa hilangnya Eril di Sungai Aare terjadi pada pagi hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09:40 waktu Swiss.

“Selisih waktu Swiss dan Indonesia 5 jam, Jadi sekitar jam 14:40 WIB,” ujarnya.

Setelah itu, tim dari KBRI Bern pun segera mendatangi lokasi. Muliaman menjelaskan, sekitar pukul 12:00 waktu Swiss, Kedubes RI di Swiss pun sudah bertemu dengan keluarga Eril di lokasi.

“Kita langsung berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk melacak kemungkinan saudara Eril, yakni pihak kepolisian dan UGD di beberapa rumah sakit dan hotel tempat menginap,” paparnya.

Kemudian, kata dia, KBRI Bern juga langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Muliaman menambahkan, saat itu kepolisian juga telah melakukan pencarian kepada Eril di area Sungai Aere sejak pukul 10:00 waktu Swiss.

Baca Juga  Presiden Resmikan Tol Pejagan-Pemalang

“Pihak kepolisian menyampaikan bahwa mereka telah membentuk tim SAR yang langsung menyisir area potensial di Sungai Aere. Tim SAR berjumlah 20 orang terdiri dari polisi sungai, tim medis, dan pemadam kebakaran,” tukasnya.

Selain itu, kata Muliaman, 15 menit usai laporan hilangnya Eril pun petugas melakukan pencarian dengan metode drone.

Para petugas berupaya mendeteksi sensor panas tubuh.

“Pada saat itu suhu air di Sungai Aere diperikirakan 16 derajat celcius. Setelah 15 menit metode pencarian dilakukan dengan perahu,” tandas Muliaman.

“Hingga Kamis sore proses pencarian dilakukan tim SAR belum memperoleh hasil yang diharapkan,” imbuhnya.

Proses pencarian Eril hari ini kembali dilanjutkan. Petugas bakal kembali melakukan pencarian pada pukul 08.30 waktu Swiss atau pukul 13.30 WIB. (dtk/ryn)

Baca Juga  Jokowi Minta Kepada Menteri Awasi Langsung Program Pembangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *