Janjian Open BO Rp1 Juta tapi Cuma Mampu Bayar Rp200 Ribu, Sopir Angkot di Bogor Nekat Habisi Nyawa Wanita di Rumah Kos

by -
Pelaku pembunuhan wanita di rumah kos di kawasan Jalan Pancasan, Kota Bogor pada malam takbiran Idul Fitri lalu berhasil diciduk Polresta Bogor Kota. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menangkap pelaku kasus pembunuhan terhadap wanita di rumah kos di kawasan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, yang terjadi pada Minggu (1/5) lalu.

Adalah Agung Prawira alias Agung Nonoh (23), warga Ciomas, Kabupaten Bogor, tega membunuh RN, wanita 39 tahun yang ditemukan meninggal tidak wajar dengan bekas luka jeratan di leher tepat di malam takbiran Idul Fitri lalu.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, selama dua pekan tim Satreskrim bekerja dalam mengungkap perkara pembunuhan ini.

Agung yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot itu ditangkap di Terminal Laladon, Kamis (12/5) malam.

“Selama dua pekan tim bekerja, berdasarkan bukti cctv, kita curigai 7 orang dengan pakaian yang identik dalam cctv, akhirnya tim bisa menangkap pelaku pembunuhan itu di Terminal Laladon, kemarin malam,” katanya kepada awak media, Jumat (13/5) sore.

Baca Juga  Pemkot Minta Segera Kepastian Perubahan Desain Tol BORR, Sekda : Supaya Perencanaan Kota Bogor Nggak Mubazir

Kapolresta menceritakan kronologis kejadian tersebut. Pelaku janjian dengan korban lewat aplikasi MiChat yang menawarkan jasa seks komersil melalui cara open BO (Booking Order) di tempat kejadian perkara (TKP).

Awalnya, sambung dia, keduanya sepakat dengan harga Rp1 juta.

Namun saat sudah selesai melakukan hubungan seksual dan akan meninggalkan lokasi, rupanya pelaku ingkar dengan kesepakatan dan hanya membawa uang bayaran Rp200 ribu.

Sempat adu mulut, pelaku lantas gelap mata dan menjerat leher korban dengan sarung bantal dan membekap mulutnya dengan tissu hingga korban pun meninggal di tempat.

Pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Puncak, Kabupaten Bogor, sebelum polisi menangkapnya di Terminal Laladon.

Baca Juga  The Buldozer Jadi Kuda Hitam Liga 3 Jabar Seri 1

“Kami juga sempat melakukan tindakan tegas dan terukur lantaran pelaku ini mencoba kabur saat akan ditangkap,” ujarnya.

Dalam penangkapan tersangka, pihak kepolisian mengambil keterangan dari 20 saksi serta bukti video pada cctv yang terpasang di rumah kost di Jalan Raya Pancasan itu.

“Sejauh ini, pelaku bilang baru sekali bertemu korban. Ia juga baru sekali melakukan perbuatan ini. Tapi masih akan kita dalami kemungkinan korban lain,” tandasnya.

Pelaku pun kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan ditahan di Polresta Bogor Kota, serta dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Selain itu, pelaku juga terkena pasal berlapis yakni pasal 365 KUHP karena selain membunuh, ia juga mengambil ponsel korban.

Baca Juga  Ultimatum Kontraktor Proyek Pedestrian Sudirman, Bima Arya : 25 Desember Sudah Harus Clear!

“Motifnya selain memuaskan nafsu, ada motif ekonomi karena HP korban dibawa tersangka. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tegas Susatyo.

Sebelumnya, jajaran Polresta Bogor Kota mengungkap kasus kematian seorang janda berinisial RMN yang meninggal secara tidak wajar pada Minggu (1/5) lalu sekitar pukul 05:45 WIB.

Wanita 39 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kost yang ada di Jalan Raya Pancasan, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.