Kemendikbudristek Tambah Kuota Guru PPPK

by -

METROPOLITAN – Kemen­terian Pendidikan Kebuday­aan Riset dan Teknologi (Ke­mendikbudristek) memper­banyak formasi Pegawai Pe­merintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Tahun ini, Kemendikbud mengalokasikan 970.410 for­masi. Terdiri dari 758.018 formasi baru dan 212.392 tambahan sisa kuota PPPK 2021.

Direktur Jenderal Guru Te­naga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Iwan Syahril, mengatakan, besarnya formasi tersebut untuk me­menuhi kebutuhan guru Apa­ratur Sipil Negara (ASN) se­kitar 1,2 juta.

Ia menyebutkan, jumlah guru PNS yang pensiun setiap tahun cukup banyak. Kon­disi ini menjadi peluang besar honorer dan lulusan Pendi­dikan Profesi Guru (PPG).

Sayangnya, sambung Iwan, untuk lulusan PPG sampai saat ini masih minim. Ia men­contohkan, tahun ini guru yang pensiun 70 ribu orang, sedangkan yang lulus PPG hanya 30 ribu. ”Jadi, masih minim sekali,” kata Iwan.

Baca Juga  Kemendikbudristek Beri Kemudahan untuk Pengembangan Karier Dosen

Ia juga menyebutkan, pro­gram PPG sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kese­jahteraan para guru.

Selain itu, juga untuk mem­perbaiki tata kelola guru. Ar­tinya, mahasiswa lulusan PPG tidak perlu bingung lagi kerja di mana, karena pemerin­tah terus berupaya mening­katkan formasi ASN untuk guru.

Ia juga mencontohkan, for­masi PPPK mencapai 506 ribuan pada 2021. Sayangnya dalam pelaksanaannya ter­dapat 117 ribu lebih formasi kosong tanpa pelamar. For­masi kosong ini ada di wi­layah 3T dan langsung ke konten.

Melihat kondisi tersebut, Iwan mengungkapkan bahwa pemerintah berupaya agar dalam seleksi PPPK 2022 lu­lusan-lulusan PPG terbaik (bukan guru honorer) akan ditempatkan di wilayah 3T. Hal ini untuk menciptakan pemerataan kualitas.

Baca Juga  Kemendikbudristek Aktifkan Ibu Penggerak untuk Sosialisasi Program

Tentu saja, sambung Iwan, penempatan guru -guru ber­kualitas itu harus diimbangi berbagai tunjangan. ”PPG ini sejatinya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru,” pa­parnya.

Untuk guru honorer, tambah Iwan, Kemendikbudristek bersama Panselnas menyiap­kan skema yang lebih berpi­hak. Artinya, guru honorer diupayakan tetap mengajar di sekolah induknya dan tak perlu pindah ke daerah lain.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan Direktorat Pen­didikan Tinggi Riset Tekno­logi (Diktiristek), Lukman, mengungkapkan lebih dari 1,2 juta guru belum berserti­fikat pendidik.

Kondisi ini diperparah dengan kapasitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kepen­didikan (LPTK) penyeleng­gara sertifikasi guru belum memadai untuk melayani kebutuhan sertifikasi guru setiap tahun.

“LPTK penyelenggara PPG perlu ditingkatkan kemam­puannya dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran inovatif berba­sis teknologi digital,” pungkas Lukman. (fjr/els/py)

Baca Juga  Kemendikbudristek Gelar Lomba Inovasi Musik

Leave a Reply

Your email address will not be published.