NasDem Tolak Wacana Pemecahan Dapil Bogor Timur-Tengah, Benn: Cuma Menguntungkan Partai Besar

by -

METROPOLITAN.id – Partai NasDem Kota Bogor menolak wacana pemecahan Dapil Bogor Timur-Tengah pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Musababnya, partai yang dipimpin Surya Paloh ini menilai wacana tersebut hanya menguntungkan partai besar.

“Apabila melihat kondisi jumlah pemilih dan lokasi Bogor Tengah dan Timur yang berdekatan. Belum waktunya pemisahan dapil dilakukan,” kata Ketua DPD Nasdem Kota Bogor, Benninu Argoebie, baru-baru ini.

Menurut pria yang arkab disapa Benn, saat ini di dapil Bogor Timur dan Tengah, jumlah kursi yang diperebutkan berjumlah 10, dan membuka peluang setiap partai politik (parpol) meraih dua kursi di legislatif. Sementara jika dipecah, maka setiap dapil hanya menyediakan lima kursi.

Baca Juga  Gedung Blok 1 Dibangun 2022, RSUD Kota Bogor Minta Tambahan Anggaran

“Otomatis ini akan mempersulit partai menengah dan kecil meraih kursi. Urgensi pemecahan dapil itu juga belum ada,” ucapnya.

Dijelaskan Benn, jumlah TPS di Bogor Timur dan Tengah juga lebih sedikit dari daerah lain. Yakni, 315 TPS untuk Bogor Timur dan 326 TPS di Bogor Tengah.

Sedangkan dapil Barat ada 722 TPS, Utara 568 TPS, Selatan 627 TPS dab Tanahsareal 651 TPS. “Kalau dapil Timur Tengah dipisah, apa urgensinya. Jumlah TPS saja hanya segitu,” imbuhnya.

Sementara untuk data pemilih berjalan pada Bogor Timur dan Tengah, kata Benn, jumlahnya juga lebih sedikit dibanding dapil lain. Yakni, hanya 72.405 untuk Bogor Timur dan 78.199 di Bogor Tengah.

Baca Juga  Indonesia Eratkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Bareng Bosnia

Kemudian, untuk Bogor Selatan 142.338, Barat 175.906, Tanahsareal 154.488 dan Utara 132.904. “Nah, masa dengan jumlah pemilih berjalan yang hanya segitu, dapil Timur Tengah mau dipecah? Kalau demikian, yang pasti akan diuntungkan hanya partai besar,” ungkapnya.

Justru, kata Benn, yang lebih urgent adalah menyatukan kembali Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ke dalam dapil legislatif provinsi Jawa Barat.

“Saya pikir itu yang lebih penting, agar peluang partai menempatkan kadernya di provinsi bisa lebih banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, sejak dapil Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor dipecah pada pileg Jabar. Kota Bogor hanya diberi jatah tiga kursi, dari yang mulanya sembilan kursi sebelum dapil dipisahkan.

Baca Juga  Pemdes Tajurhalang Optimis Bersaing di Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bogor

“Kalau pun dapil itu tak bisa disatukan lagi, Nasdem menyarankan agar jumlah kursi yang diperebutkan di Kota Bogor untuk DPRD Jabar ditambah dari tiga menjadi enam atau lima,” tandasnya.

Diketahui, wacana pemecahan Dapil Bogor Timur-Tengah sudah digaungkan sejak 2018 silam. Namun, wacana yang digagas KPU Kota Bogor itu belum juga terwujud hingga saat ini. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.