Para Ortu Wajib Tahu, PPDB Kota Bogor Tahun Ini Terapkan Sistem Klaster Zonasi, Apa Itu?

by -
DPRD Kota Bogor saat memanggil Disdik jelang PPDB tahun ajaran baru. (Dok. Setwan DPRD Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru untuk seluruh tingkat pendidikan di Kota Bogor, DPRD Kota Bogor melalui Komisi IV memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, baru-baru ini.

Dalam pertemuan tersebut, terkuak banyak hal. Mulai dari catatan perbaikan dari para legislator untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, tidak ada lagi jatah khusus bagi anak tenaga kesehatan (Nakes) hingga perubahan aturan zonasi yang kini menerapkan sistem klaster.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar mengatakan, ada beberapa catatan yang disampaikan untuk perbaikan PPDB. Meskipun secara umum, masih sama dengan tahun sebelumnya.

Pihaknya memberikan catatan perbaikan sebagaimana masukan-masukan dari masyarakat agar pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan lebih baik.

Baca Juga  Putus Penyebaran Covid-19, Gojek Galakkan Program J3K

“Misalnya proporsionalitas penerimaan kewilayahan sehingga menampung lebih banyak diluar zonasi terdekat, perbaikan sistem dan tahapan. Serta penguatan jalur afirmasi, perpindahan tugas dan anak guru juga jalur presentasi,” kata Karnain, Jumat (27/5).

Politisi PKS itu juga menyoroti keterangan dari Disidk yang menyampaikan bahwa untuk PPDB tahun ini, tidak ada lagi jatah khusus untuk anak Tenaga Kesehatan (Nakes).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Said Muhammad Mohan menuturkan bahwa berdasarkan hasil rapat kerja dengan Disdik, sistem penerimaan melalui zonasi mengalami perubahan teknis.

Dalam PPDB mendatang, akan diterapkan sistem klaster zonasi. Mohan menjelaskan, sistem klaster zonasi adalah pembagian empat klaster berdasarkan jarak dari sekolah.

Baca Juga  Pemkot Minta Segera Kepastian Perubahan Desain Tol BORR, Sekda : Supaya Perencanaan Kota Bogor Nggak Mubazir

Ia memerinci, klaster zonasi akan menerapkan presentase. Yakni pada klaster satu, bisa menampung 65 persen. Lalu klaster dua sebanyak 30 persen, klaster tiga 10 persen dan klaster empat lima persen.

“Jadi ini sudah ditentukan berdasarkan kelurahan yang berada di sekitaran sekolah. Sedangkan untuk klaster keempat, diperuntukkan untuk seluruh warga Kota Bogor yang tidak masuk di klaster satu sampai tiga,” jelas Mohan.

Politisi Gerindra ini menilai klaster zonasi cukup baik lantaran masih banyak anak-anak yang tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mengeyam pendidikan di sekolah negeri.

“Dengan adanya peng-klasteran ini, sudah baik, walaupun masih belum cukup dan belum tertampung semua. Tapi setidaknya ada kebagian zona yang tadinya tidak bisa sama sekali untuk masuk,” kata Mohan.

Baca Juga  Pembuang Bayi di Bogor Diduga Hafal Lokasi, Polisi Sisir Kontrakan

Terakhir ia menyinggung soal zona prestasi yang juga mengalami perubahan.

Nantinya untuk jalur prestasi akan menggunakan sistem ranking yang akan digabungkan dengan sistem nilai.

“Nantinya sistem ranking ini akan digabungkan dengan sistem nilai yang dihitung dari tiga tahun sebelumnya. Misalkan untuk masuk SMP dari kelas 4, 5 dan 6, dilihat kesitu. Jadi tidak murni dari nilai yang tinggi,” pungkas Mohan. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *