Pasutri Muda Penginjak Alquran Dicokok Polisi

by -

METROPOLITAN – Kurang dari 24 jam, terduga pelaku penistaan agama Penginjak Alquran di Suka­bumi dicokok petugas Reskrim Polres Sukabumi Kota, Kamis (5/5).

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY Zainal Abidin, men­gatakan, terduga pelaku C.E.R (25) dan S.L (24) diamankan Satreskrim Polres Sukabumi Kota pukul 10:00 WIB di satu rumah makan Kabupaten Sukabumi.

”Kedua terduga pelaku diamankan berdasarkan su­rat laporan kepolisian Nomor LP/b/163/V/2022/Polressu­kabumikota/Poldajabar,” ujannya dalam konferensi pers yang digelar di aula Graha Reconfu Polres Suka­bumi Kota.

Menurutnya, kedua pelaku disangkakan pasal penistaan agama serta Undang-Undang ITE atas dasar unggahannya di media sosial pada Rabu (4/5). Dalam unggahan ter­sebut, terduga pelaku C.E.R terlihat melakukan penis­taan agama dengan meng­injak-injak kitab suci Alquran.

”Berdasarkan hasil peme­riksaan, video tersebut di­buat pada 2020. Alasan ter­duga pelaku membuat video itu karena diperintahkan sang istri,” jelasnya.

Diketahui, kedua pasangan itu merupakan pasangan suami-istri dengan proses pernikahan secara agama (siri, red). Karena terduga pelaku C.E.R kerap mening­galkan sang istri bahkan hingga berbulan-bulan, maka terduga pelaku S.L yang merupakan istrinya memin­ta suaminya membuat video tersebut sebagai ancaman agar suaminya tidak mengu­langi perbuatannya tersebut.

”Jadi kemarin mereka ber­dua sedang bertengkar, hingga istrinya mengunggah video tersebut ke media so­sial milik suaminya. Karena unggahan tersebut menuai kecaman pengguna media sosial, akhirnya mereka men­ghapus unggahan tersebut,” jelasnya

”Berdasarkan keterangan terduga pelaku, perbuatan mereka tersebut tidak terlibat dengan organisasi maupun aliran manapun. Mereka membuat video tersebut murni atas keperluan pri­badi mereka,” sambungnya.

Terkait narasi yang berada dalam video berdurasi 14 detik tersebut, mereka menga­kui tidak ada maksud untuk menantang maupun melukai umat muslim. ”Mereka mengakui perilakunya terse­but karena kurangnya pema­haman agama yang mereka miliki,” paparnya.

”Tidak ada unsur suatu go­longan maupun pihak lain yang memerintahkan kedua terduga pelaku untuk mem­buat video tersebut,” tambah­nya.

Sementara itu, salah seorang terduga pelaku C.E.R secara langsung melakukan permo­honan maaf atas perbuatan­nya tersebut. ”Saya meminta maaf kepada seluruh masy­arakat yang merasa tergang­gu atas postingan tersebut,” terangnya.

Saat ini kedua terduga pelaku sudah diamankan di Polres Sukabumi Kota. Ke­duanya disangkakan pasal 28 ayat 2 junto pasal 45 (a) ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 terkait informasi dan trans­aksi elektronik, dengan an­caman hukuman maksimal 6 tahun penjara serta Pasal 156a KUHP tentang peno­daan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia, dengan ancaman hukuman­nya maksimal 5 tahun penja­ra.(ms/tob/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.