Pengisian Pejabat Kepala Daerah Harus Ketat dan Transparan, Jangan Ada Lobi-lobi Politik

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah kepala daerah akan habis masa jabatannya sebelum Pemilihan Kepala Daearah (Pilkada) Serentak berlangsung pada 2024 mendatang. Artinya, akan ada kekosongan jabatan yang bakal diisi oleh pejabat (Pj) kepala daerah yang ditunjuk pemerintah.

Ketua Departemen Gugus Tugas Riset dan Kebijakan Publik PP Pemuda Katolik, Eduardo Edwin Ramda menilai proses penunjukan Pj kepala daerah ini harus benar-benar dijalankan secara ketat dan transparan.

Menurutnya, momentum pemilihan penjabat kepala daerah saat ini berada pada timeline yang extraordinary, mengingat Indonesia masih berjibaku jalani pemulihan pasca pandemi Covid-19.

“Kondisi ini menimbulkan konsekuensi berupa ekspektasi bahwa penjabat terpilih memiliki kualitas yang baik untuk mengawal pemulihan dampak pandemi. Oleh sebab itu, proses ini harus dijauhkan dari nuansa lobi-lobi politik serta berbasis meritokratif”, ujar lelaki yang karib disapa Edwin, Rabu (11/5).

Baca Juga  RSMM Belum Tau Sampai Kapan Perempuan Pembawa Anjing Dirawat

Menurutnya, proses pemilihan penjabat kepala daerah ini tidak bisa dipisahkan dari selaksa kepentingan stakeholders, termasuk kepentingan gereja katolik. Untuk itu, Edwin mendorong adanya proses yang partisipatif dan transparan dalam pemilihan penjabat daerah.

Ia menilai, dampak pemilihan Pj kepala daerah ini nantinya akan terasa pada sejumlah sektor, seperti perizinan berusaha hingga penyelenggaraan kegiatan beragama dalam hal perizinan di hari raya tertentu.

“Maka masukan dari seluruh stakeholder wajib dipertimbangkan, karena secara UU, kepala daerah punya kuasa yang luas. Pemuda Katolik mendorong mekanisme yang partisipatif dan transparan sebab hal ini dimungkinkan karena Presiden dan Mendagri punya kuasa tertentu untuk menunjuk penjabat kepala daerah dengan sejumlah pertimbangan, termasuk stabilitas politik dan kesinambungan pemerintahan,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.