Pro Kontra Perubahan Nama Jalan Salak jadi Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja

by -

METROPOLITAN.id – Usulan perubahan nama Jalan Salak menjadi Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja masih menuai pro kontra dari masyarakat sekitar.

Musababnya, rencana perubahan nama ini akan berdampak terhadap administrasi kependudukan warga sekitar.

“Berdasarkan hasil rapat audiensi yang baru diwakili Ketua RW, mereka mayoritas tidak setuju, karena administrasi harus diubah, membutuhkan biaya, waktu, tenaga dan pikiran,” kata Lurah Babakan, Mohammad Arifin usai audiensi baru-baru ini.

“Termasuk, pelaku usaha karena akan mengubah administrasi perizinan usaha mereka,” sambungnya.

Kendati demikian, Lurah Babakan menyebutkan, pihaknya akan mencoba dan berupaya untuk menjelaskan kepada warga terkait tujuan dari rencana perubahan nama ini, menjadikan Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional.

Baca Juga  Diprediksi Masih Terdampak Covid-19, Kota Bogor Naikkan Alokasi BTT Tahun Depan

“Pada dasarnya kalau dari kami mendukung perubahan nama jalan menjadi Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja, menjadi tokoh monumental dan pahlawan nasional. Dan kebetulan almarhum pernah tinggal di Jalan Salak, memiliki rumah disana,” ucap dia.

“Alternatifnya (kalau pun masyarakat tetap tidak setuju), karena boleh dimana saja, bisa menggunakan nama jalan, gedung atau sarana umum, di bagian pemerintahan nanti akan mencarikan alternatifnya,” imbuhnya.

“Yang pasti kita bersamaan akan melakukan pendekatan terus untuk menceritakan secara utuh, agar pandangan mereka luas dan setuju,” ujar Lurah Babakan.

Menanggapi itu, Tim Pengusul, Dr Idris selaku Dekan Fakultas Hukum (FH) Unpad berharap agar semua masyarakat dan stakeholder yang ada di Jawa Barat dapat membantu mendoakan, sekaligus khusus bagi warga Jalan Salak dapat memberikan dukungan terhadap penamaan Jalan Salak menjadi Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja.

Baca Juga  PT MGI Laporkan dugaan Pemalsuan Merek ke Polda Metro Jaya

“Sekarang masih pro kontra, namun kami menghendaki terus menerus untuk melakukan dialog, sesuai arahan dari pak Gubernur, Rektor dan Wali Kota Bogor untuk semua pihak mendukung pengangkatan Prof Mochtar menjadi pahlawan nasional,” kata Dr Idris.

“Dan tentu ini kebanggaan bagi kita sebagai warga Jawa Barat, kita akan bertambah pahlawan nasionalnya dari 13 jadi 14,” ujar Dekan FH Unpad.

Adapun, ditambahkan Dr Idris, prosesi pengangkatan Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja menjadi pahlawan nasional ini masih dalam penilaian dari Kementerian Sosial (Kemensos). Rencananya, penilaian akan berlangsung hingga Agustus mendatang.

Sebelumnya, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung mengusulkan perubahan nama salah satu jalan yang ada di Kota Bogor menjadi Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja.

Baca Juga  Melongok Geliat Kostratani di Kabupaten Sintang

Usulan ini dilakukan Unpad dengan tujuan untuk mensukseskan mengangkat Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja menjadi pahlawan Nasional baru di Indonesia.

Adapun, jalan yang diusulkan diubah menjadi nama Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja itu adalah Jalan Salak yang berlokasi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Jalan Salak ditunjuk untuk berubah nama karena Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja pernah tinggal di wilayah tersebut sekitar tahun 1988 hingga akhir hayatnya pada 2021 lalu. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.