Ratusan Ribu Bidang Tanah Masih Bodong, Pemkab Bogor dan BPN Kebut Sertifikasi Lahan

by -
Ilustrasi: ratusan ribu bidang tanah di Kabupaten Bogor hingga saat ini belum tersertifikasi BPN.

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah bekerja keras menyelesaikan persoalan sertifikasi lahan. Sebab tak kurang dari 605.959 bidang tanah di Kabupaten Bogor belum memiliki sertifikat.

Bahkan ratusan ribu lahan tersebut, belum juga terdaftar pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kita terus melakukan pendataan dan sertifikasi. Karena kita juga terus bersinergi dengan BPN agar lahan-lahan tersebut segera tersertifikasi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin.

Untuk memepercepat sertifikasi tersebut, pada 2022 Pemkab Bogor juga mendapatkan jatah sebanyak 122.650 bidang tanah. Jatah sertifikasi tersebut nantinya akan disebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bogor.

Apalagi Pemkab Bogor sendiri memiliki target sertifikasi lahan rampung pada 2024. Sehingga lanjut Burhan, Pemkab Bogor dan BPN harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca Juga  KPU Depok Siapkan Form A-KWK

“Perlahan kita kerjakan. Sehingga dengan siswa waktu yang ada sertifikasi lahan ini dapat selesai,” paparnya.

Selama 2017 hingga 2021 dari 2 juta bidang tanah di Kabupaten Bogor, BPN telah menerbitkan sertifikat dari 306.594 bidang tanah. Sedangkan 1,3 juta bidang tanah lainnya sudah terdaftar di PTSL.

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto menyebutkan potensi sengketa lahan di Kabupaten Bogor sangat lah tinggi. Musabab, sekitar 60 persen tanah di wilayah ini belum bersertifikat.

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat wilayah Kabupaten Bogor berada di peringkat teratas sebagai daerah sengketa lahan di Jawa Barat.
Selain karena belum bersertifikat, sengketa lahan banyak terjadi lantaran banyak yang tidak dikuasai oleh pemilik atau pengelola yang mendapatkan hak. Sehingga tak sedikit orang yang menyalahgunakannya, mulai dari menjual atau membangunnya.

Baca Juga  Boleh Belanja di Mana Saja, Asal Ada Nota

“Makanya saya berpesan kalau memiliki tanah itu harus dirawat menggarap atau menguasai jangan sampai di terlantarkan. Karena kalau sudah seperti itu kan tanah aman-aman saja,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.