Sebagian Masyarakat Indonesia Puas Terhadap Kinerja Jokowi Tangani Covid-19

by -

METROPOLITAN.id – Melandainya kasus Covid-19 di Indonesia disambut gembira masyarakat. Terlebih hal ini membuat pemerintah membolehkan mudik di Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Selain kebiasaan masyarakat yang tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), penurunan angka Covid-19 tak lepas dari berbagai kebijakan atau penanganan yang dilakukan pemerintah.

Untuk mengetahui opini publik terhadap program-program pemerintah tersebut, Indikator Politik Indonesia menyelenggarakan survei nasional. Salah satunya terkait kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hasil survei yang dilakukan dengan sampel 1.200 responden dan memiliki
toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen% pada tingkat kepercayaan 95 persen menyebutkan 55,8 persen masyarakat Indonesia cukup puas dengan kinerja Jokowi. Namun tren kepuasan ini menurun dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga  Diserbu Pengunjung Mal, Jokowi Batal Nonton

Dalam menangani Covid-19, kepuasan masyarakat Indonesia terhadap Jokowi berada di angka 57 persen. Kepuasan ini tidak berubah dalam dua bulan terakhir. Sedangkan kepercayaan masyarakat terhadap Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam menangani Covid-19, hanya sekitar 38,1 persen.

Terkait penerapan prokes, masyakarat menilai cukup puas terhadap ketegasan pemerintah. Sekitar 71,3 persen masyarakat Indonesia merasa cukup puas dan 71,4 persen menilai kebijakan tersebut diterapkan pemerintah secara tegas.

Lantaran tren kasus Covid-19 semakin menurun, mayoritas warga pun menolak adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang. Ada sekitar 64,3 persen masyarakat yang tidak setuju PPKM Darurat diperpanjang lagi. Dari survei terlihat jika sekitar 70,4 persen warga merasa kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan PPKM Darurat ini. Sedangkan 15 persen warga menyebut kebijakan ini menganggu aktivitas anak sekolah.

Baca Juga  Kisah Pilu Dokter Tangani Pasien Covid-19

Sementara itu, sekitar 67,3 persen masyarakat menilai pembatasan sosial tidak diperlukan lagi. Namun setiap warga harus tetap menjaga diri dan keluarga masing-masing. Untuk pelaksanaan bantuan sosial, sebagian besar masyarakat meminta pemerintah memberikan bantuan uang tunai atau sekitar 65,9 persen.

“Hasil survei diharapkan dapat memberi gambaran tentang kepuasan, sikap, dan dukungan publik pada pemerintah dan demokrasi, serta memberi masukan pada pengambil kebijakan khususnya yang terkait dengan penanganan wabah Covid-19,” demikian rilis yang diterima Metropolitan.id. (*/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published.