Survei Capres SMRC : Suara Anies Baswedan Terus Naik Meskipun Belum Bisa Kalahkan Perolehan Suara Ganjar Pranowo

by -

METROPOLITAN.id – Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) melakukan survei Kecenderungan Pilihan Presiden Pemilih Kritis Nasional.

Survei yang dilakukan pada 8-10 Februari 2022 itu kepada 1.268 responden yang dipilih secara acak dari populasi Pemilih Kritis dan diwawancarai lewat telepon.

Salah satunya ingin melihat kecenderungan pemilih kritis bila ada dua nama yang disodorkan untuk jadi presiden, dengan metode pilihan tertutup.

Ketika diadu antara Ganjar Pranowo dengan Anies Baswedan, Ganjar unggul ketimbang Anies dalam survei yang dilakukan SMRC jika pemilihan presiden diadakan ketika survei dilakukan terakhir pada 8-10 Februari 2022.

Jika yang bersaing hanya 2 nama, Ganjar Pranowo versus Anies Baswedan, Ganjar Pranowo mendapat dukungan 40,4 persen dari pemilih kritis. Unggul atas Anies Baswedan yang mendapat 34,6 persen suara.

Baca Juga  PKL Bogor Ngotot Jualan di Trotoar Pasar Kebon Kembang

Sedangkan pemilih yang memutuskan belum tahu sebanyak 25 persen.

Selain itu, dari November 2021 sampai survei terakhir 8-10 Februari 2022, Gubernur Jawa Timur konsisten unggul atas Gubernur DKI Jakarta itu di kelompok pemilih kritis, bila yang bersaing hanya mereka berdua.

Meskipun selalu unggul, presentase Ganjar menunjukan tren naik turun. Pada November 2021, Ganjar memperoleh raihan 42,1 persen. Lalu turun pada Desember 2021 dengan ‘hanya’ 45,6 persen suara.

Angka itu terus menurun pada Januari 2022 dengan memperoleh 40,9 persen. Lalu survei terakhir pada 8-10 Februari 2022, menunjukan angka 40,4 persen suara.

Sedangkan persentase suara Anies cenderung menguat walaupun masih terus dibawah raihan Ganjar.

Baca Juga  Banprov DKI untuk Kabupaten Bogor Kecil, Dewan: Kita Harus Tegas

Pada November 2021, Anies memperoleh 30,5 persen suara. Lalu meningkat pada Desember 2021 dengan raihan 33,1 persen. Perolehan suara kian menguat setelah pada survei bulan Januari 2021, Anies memperoleh 24,8 persen.

Terakhir pada survei 8-10 Februari lalu, Anies memperoleh 34,6 persen suara.

Pemilih kritis pada umumnya dianggap tidak mudah goyah atau dipengaruhi dan sebaliknya bisa mempengaruhi pemilih lain.

Pemilih yang memiliki telepon/ponsel merupakan indikasi kelompok pemilih kritis, yang cenderung punya kesempatan lebih besar untuk mendapat informasi sosial-politik dibanding yang tidak punya telepon/ponsel. Sehingga kritis dalam menilai berbagai persoalan.

Jumlah pemilih kritis dengan indikasi pemilik
telepon/ponsel sekitar 72 persen dari populasi pemilih nasional dan merupakan warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Baca Juga  Warga Bogor Diajak Donor Darah di Dalam Pasar

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode double sampling dan Random Digit Dialing (RDD). (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.