Waduh! Penculik 11 Orang Anak di Bogor dan Jakarta Mantan Napi Terorisme

by -
Polres Bogor berhasil mengungkap kasus penculikan kepada anak-anak. Pelaku penculikan sendiri merupakan mantan napi terorisme di Lapas Gunungsindur.

METROPOLITAN.id – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bogor berhasil menangkap pelaku penculikan anak di Desa Jampanh Kecamatan Kemang, beberapa waktu lalu.

Pelaku ARA (27) merupakan mantan napi terorisme ini, diduga tidak hanya melakukan penculikan anak di wilayah Bogor saja, tetapi beberapa dibeberapa kota lainnya seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Tanggerang selatan.

“Kami amankan pelaku dan 10 anak lainnya disebuah masjid di daerah Kecamatan Kebayoran Lama di Senayan Jakarta Selatan,” kata Kapolres Bogor AKBP Imam Imanuddin.

Dalam aksinya, tersangka ARA ini mengaku sebagai polisi dan Satgas Covid-19 kepada setiap korbannya. Awalnya pelaku menegur korbannya lantaran tidak menggunakan masker, setelah itu pelaku membawa setiap anak-anak yang ditegurnya.

Baca Juga  Amankan Pelantikan Presiden, Polres Bogor Antisipasi Pergerakkan Massa

“Tidak hanya di Kabupaten Bogor. Tersangka ini menjalankan aksinya dibeberapa kota lainnya, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Tanggerang selatan. Total ada 11 anak yang diculik, dan yang ditemukan 10 orang karena satu orang sudah lebih dahulu ditemukan,” paparnya.

Iman juga mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan orang tua korban, selain itu pihaknya tengah melakukan pendalaman kepada setiap korbannya. Khawatir korban mengalami tindakan kekerasan seksual oleh pelaku.

“10 anak-anak itu ditemukan disalah satu masjid, mereka sedang berkumpul. Dan tersangka ditangkap saat dijalan,” kata Iman.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan menjelaskan, dari barang bukti yang disita saat penangkapan tersangka ARA diamankan empat unit motor. Diduga tiga unit motor merupakan milik korban anak-anak yang diculiknya, sedangkan satu unit merupakan milik tersangka ARA.

Baca Juga  Jelang Lebaran Warga yang Mau Mudik Diminta Lapor Dulu

“Tersangka ARA ini juga menjual handphone para korbannya. Sehingga korban tidak bisa berkomunikasi bersama keluarganya,” kata Siswo.

Dari pengakuan ARA, ia pernah menjalani hukuman penjaran selama tiga kali terkait kasus terorisme di Lapas Gunungsindur. Bahkan pelaku juga mengaku pernah mengikuti pelatihan terorisme tujuh bulan di Poso.

“Dari pengakuan tersangka dua kali dipenjara kaitan kasus terorisme dan satu kali kaitan penipuan. Tersangka ini baru saja keluar penjara pada bulan Februari lalu,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.