Warga Ngeluh Sudah 2 Tahun Bikin KTP Tapi Belum Jadi

by -
Plt Bupati Bogor Ade Yasin menyapa warga saat sidak hari pertama kerja di kantor Disdukcapil Kabupaten Bogor, Senin (9/5). (Foto: Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Salah seorang warga asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Ujang mengeluhkan proses pembuatan KTP Elektronik. Musababnya, sudah dua tahun KTP Elektronik yang diajukannya tak kunjung jadi.

Hal itu terungkap saat Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) hari pertama kerja usai libur Lebaran 2022 di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Senin (9/5).

Awalnya, Iwan berkeliling area pelayanan dan mengecek langsung petugas di sana. Setelah itu, ia menyapa beberapa warga yang sedang mengurus dokumen kependudukan.

“Bapak ngurus apa di sini,” tanya Iwan Setiawan kepada salah seorang warga.

Warga tersebut adalah Ujang. Ia kemudian menyampaikan bahwa sudah dua tahun mengurus KTP Elektronik di desa dan kecamatan namun tak kunjung jadi.

Baca Juga  Tiap Hari, Warga Bogor Beli 400 Mobil dan Motor

“Lama soalnya di desa lama, kecamatan juga lama. Udah dua tahun, makanya saya datang ke sini aja (kantor Disdukcapil),” aku Ujang.

Selanjutnya, Iwan mengaku bakal menindaklanjuti keluhan tersebut. Pihaknya bakal melakukan evaluasi mulai dari tingkat desa dan kecamatan.

“Kita urai masalahnya, tadi juga saya tanya kepada warga kenapa ngurusnya lama, ada yang sampai dua tahun, ternyata dari tingkat desa dia ngurus sampe tingkat kecamatan. Nanti kita akan evaluasi dari tingkat desa kenapa, kecamatan kenapa, permasalahannya apa. Kalau di tingkat Kabupaten Bogor saya pastikan satu hari beres,” kata Iwan.

Iwan juga meminta hal-hal yang bersifat administratif jangan dibuat terlalu birokratis. Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini ingin ada sistem yang simpel untuk memudahkan pelayanan masyarakat.

Baca Juga  Hebat, PKK Kecamatan Parung Juara Dua Lomba B2SA

“Administrasi jangan terlalu birokratis. Kalau KIA, KTP, itu kan sudah umum ya, kita harus buat sistem yang simpel. Saya dengar juga dari masyarakat itu soal denda. Denda itu akan kita kaji. Kalau tidak melanggar aturan akan kita hapuslah,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.