852.060 Warga Bogor Belum Terdaftar Jaminan Kesehatan Nasional

by -
Ilustrasi: Salah seorang warga menunjukan aplikasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

METROPOLITAN.id – Sebanyak 852.060 warga Kabupaten Bogor belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengaku terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan JKN.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Hadijana mengatakan, hingga April 2022, cakupan JKN Kabupaten Bogor sebanyak 82,86 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 5,3 juta jiwa.

Artinya, 17,14 persen lainnya belum memiliki atau belum terdaftar dalam program JKN.

“Untuk itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar seluruh stakeholder,” ujar Hadijana, Senin (13/6).

Hadijana menjelaskan, salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan JKN dan pelayanan dasar kesehatan, khususnya untuk fakir miskin, masyarakat tidak mampu dan penyandang masalah kesejahteraan sosial, Pemkab Bogor menerbitkan Kartu Bogor Sehat.

Baca Juga  Puluhan Pelajar dari Kota Bogor Diamankan, Bawa Parang hingga Celurit

Menurutnya, Kartu Bogor Sehat tersebut terintegrasi dengan kartu JKN-KIS dari BPJS.

Program ini disebutnya sudah dilaksanakan sejak 2019 dengan penerima manfaat sebanyak 572.919 orang.

Di tahun 2020, dilanjut dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 510.661 orangĀ  dan tahun 2021 sebanyak 542.975 orang.

“Total anggaran sejak 2019 sampai dengan tahun 2021 adalah sebesar Rp384,99 miliar dan program ini akan terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, Betty Parapat menyebut ada sebanyak 852.060 warga Kabupaten Bogor yang belum mendaftarkan diri menjadi peserta JKN.

“Ada 900 ribuan jiwa atau 17 persen (yang belum terdaftar JKN) tahun kemarin. Terjadi penurunan sekitar satu persen,” katanya.

Baca Juga  Ngurus Izin, Pelaku Usaha Harus Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Sejauh ini, sudah 4,47 juta jiwa atau 84,01 persen penduduk Kabupaten Bogor yanh sudah menjadi peserta JKN. Artinya, tersisa 15,99 persen warga yang belum menjadi peserta JKN.

Betty menjelaskan, jumlah kepesertaan JKN di Kabupaten Bogor tersebutĀ masih di bawah angka rata-rata nasional, sebanyak 86 persen penduduk di Indonesia tercatat sudah menjadi peserta JKN.

Ada beberapa kendala yang dihadapi. Di antaranya, Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas dan jumlah penduduk terbanyak untuk tingkat kabupaten/kota se-Indonesia.

Saat ini, Betty mengaku menunggu data yang sudah diverifikasi Pemkab Bogor untuk kemudian ditindaklanjuti

“Kita menunggu data yang sudah diverifikasi ya, nanti mereka yang belum terdaftar bisa menjadi peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI),” tandasnya. (fin)

Baca Juga  Sebelum Terapkan Denda, Ketersediaan Masker Harus Terpenuhi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *