Ancam Pecat Kader PDIP Bermanuver Capres, Pengamat Duga Megawati Sindir Ganjar Pranowo

by -

METROPOLITAN.id – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tengah jadi sorotan lantaran meluapkan kemarahannya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan (PDIP).

Presiden RI ke 5 itu dengan tegas meminta kader PDIP tidak bermanuver atau main dua kaki terkait calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 nanti. Ia pun mempersilahkan mereka yang seperti itu untuk keluar dari partai.

Hal itu menarik perhatian pakar politik Burhanudin Muhtadi. Ia berpendapat, publik bisa memaknai omongan Megawati sebagai sinyalemen mendukung Puan Maharani maju di Pilpres 2024.

“Sebagian dari publik mengindikasikan pernyataan Ibu Mega sebagai sinyalemen PDIP akan mendukung Mba Puan. Tapi, lagi-lagi masih 20 bulan sebelum 14 Februari 2024, artinya masih sangat mungkin terjadi dinamika baik di dalam maupun di luar partai,” katanya dikutip dari viva.co.id, Rabu (22/6).

Baca Juga  Emak-emak di Pusaran Kampanye Negatif

Ia tak segan untuk menyebut bahwa kemarahan Megawati itu diduga diarahkan untuk Ganjar Pranowo.

Menurutnya, hal itu karena omongan Megawati yang menyinggung manuver dua kaki hingga tiga kaki.

“Sementara, beberapa hari yang lalu, ada proses nominasi dari rakernas Partai Nasdem yang menyebut nama Ganjar (Pranowo). Jadi wajar jika sinyalemen bu Mega dikaitkan dengan Ganjar Pranowo,” tukasnya.

Menurut dia, pernyataan tersebut seolah-olah menjadi sinyal dan memuluskan jalan Puan untuk dinominasikan PDIP sebagai bakal capres.

Meski hal itu masih jauh untuk proses menuju 2024.

“Tapi, saya kira its only to tell, untuk mengambil keputusan semacam itu karena bagaimanapun prosesnya masih panjang. Jadi, ibarat buku, masih bab pendahuluan. Jangan terburu-buru meletakkan kesimpulan di awal,” kata pria yang juga Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu.

Ia juga memahami posisi Megawati selaku pemegang mandat Kongres PDIP yang menentukan urusan capres-cawapres.

Baca Juga  Pembangunan SPBU di Jalan Sholis Dikeluhkan Pengendara, Lurah Cibadak : Saya Sudah Ingatkan!

Sebab penentuan ini berpengaruh terhadap dinamika di internal partai. Namun, sambung dia, juga mesti cermat melihat dinamika partai lain.

“Saya kira ini akan dibaca lebih jernih ya oleh Ibu Mega sebagai pemegang mandat oleh kongres PDIP memutuskan capres dan cawapres,” ujar Burhan.

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta para kader partai banteng tidak melakukan manuver politik.

Hal itu diungkapkan saat embukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP yang digelar di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (21/6).

Megawati menegaskan semua kader harus taat dalam menjalankan instruksi partai. Jika dia memberikan perintah, harus dijalankan, kemudian dilaporkan. Itu berlaku bagi semua kader.

“Kalau saya bilang instruksi jalankan, jalankan. Laporan, laporan. Itu sudah mulai dilupakan,” tegasny dikutip dari jawapos.com, Rabu (22/6).

Baca Juga  Perang Klakson Warnai Aksi Demo Mahasiswa di Istana Bogor

Mega menyoroti manuver-manuver politik yang dilakukan menjelang Pemilu 2024. Dengan lantang dia meminta kader partainya tidak melakukan manuver politik untuk menjadi capres.

Bagi kader yang melakukan manuver politik, Mega mempersilakan keluar dari PDIP. Dia menegaskan, di dalam PDIP tidak ada yang bermain dua kaki atau tiga kaki.

“Kalian siapa yang berbuat manuver, manuver, keluar!” tegas Megawati dengan suara lantang, disambut tepuk tangan peserta rakernas.

Sebagai ketua umum, Mega mengaku memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa yang akan menjadi capres dari PDIP.

Sehingga, mereka yang masih melakukan manuver politik lebih baik segera keluar dari PDIP.

“Ingat lho, lebih baik keluar deh, lebih baik keluar deh, daripada saya pecati lho kamu,” ucapnya disambut gemuruh tepuk tangan. (viv/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.