Belum Bisa Pastikan Pengajuan Bantuan Pelebaran Jembatan Otista Rp52 M, DPRD Jabar: Masih Pembahasan, Kita Lihat Nanti

by -
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ahmad Ru'yat. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Hingga saat ini, jembatan Otto Iskandardinata (Otista) Kota Bogor seringkali jadi kambing hitam kemacetan di tengah kota sekitaran Tugu Kujang atau kendaraan dari Jalan Pajajaran.

Sebab terjadi bottleneck atau penyempitan jalan di jembatan tersebut.

Wacana pelebaran dan perbaikan jembatan sempat menguat pada 2020 melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun tidak terlaksana lantaran terkena refocusing Covid-19.

Rencana itu kembali mengemuka dan disebut bakal terlaksana pada tahun depan alias 2023, setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mengajukan dana bantuan dari Pemprov Jabar.

Hal itu pun dibenarkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ru’yat.

Menurutnya, rencana pelebaran dan perbaikan jembatan Otista sudah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Barat untuk tahun anggaran 2023.

“Untuk rencana di 2023, (perbaikan dan pelebaran Jembatan Otista) sekarang sedang dalam pembahasan di dalam penyusunan RKPD. Musrenbang juga sudah berjalan. Ya kita lihat nanti, karena prosesnya sedang berjalan,” kata Ru’yat saat ditemui Metropolitan.id di Botani Square, Kota Bogor, Kamis (30/6).

Baca Juga  TPS Prabowo: Jokowi-Ma'ruf 6 Suara, Prabowo-Sandiaga 160 Suara

Mantan wakil wali Kota Bogor itu menambahkan, untuk pelebaran dan perbaikan Jembatan Otista sejatinya sudah sempat dianggarkan beberapa tahun lalu.

Sebab, kata dia, Jembatan Otista merupakan objek strategis yang berada di tengah kota dan membutuhkan perbaikan.

“(Jembatan) Otista kan sebetulnya sudah diusulkan (pada 2020). Cuma karena ada pandemi Covid-19 dan target pendapatan Jabar juga tidak tercapai, ya akhirnya tidak dianggarkan,” tukas politisi PKS itu.

Ru’yat mengakui, pelebaran dan perbaikan jembatan Otista yang sudah ada sejak tahun 1940 itu harus tetap diperjuangkan untuk terealisasi.

Ia berharap hal itu bisa dilakukan melalui anggota DPRD dapil terkait, dalam hal ini Kota Bogor. Termasuk dirinya sebagai pimpinan DPRD Jabar.

“Harus diperjuangkan dan mudah-mudahan melalui dapil terkait, karena memang saya meskipun dari Dapil Kabupaten Bogor, tapi sebagai pimpinan, saya akan mendorong terus Jembatan Otista bisa dilebarkan agar tidak botleneck lagi,” ujar Ru’yat.

Diketahui, Pemkot Bogor tengah berharap perbaikan dan pelebaran Jembatan Otista bisa terlaksana pada tahun 2023. Sebab, anggaran yang dibutuhkan cukup banyak, yakni mencapai Rp52 miliar.

Baca Juga  Yuk, Mix And Match Celana Pants Kamu Agar Terlihat Modis!

“Pemkot sudah berjuang minta bantuan anggaran ke pemerintah pusat tapi belum ada hasil. Sekarang sedang kita usulkan ke Pemprov Jabar, mudah-mudah masuk ke RKPD-nya Pemprov buat kegiatan 2023,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi.

Ia menuturkan, perbaikan dan pelebaran Jembatan Otista memerlukan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp52 miliar. Sehingga pihaknya memutuskan untuk meminta bantuan dari Pemprov Jabar.

Pemkot Bogor optimis Pemprov Jabar akan merealisasikan pembangunan Jembatan Otista. Sebab dari 30 kegiatan yang diajukan Kota Bogor untuk diintervensi oleh Jabar, proyek Jembatan Otista menjadi prioritas.

Selain itu, kata dia, Wali Kota Bogor Bima Arya sendiri sudah meminta langsung kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait permintaan bantuan proyek Jembatan Otista karena kebutuhan yang penting.

“Ini usulan prioritas yang sudah ditindak lanjut oleh pak wali yang sudah minta langsung ke gubernur. Kita berharap juga bisa terlaksana,” ujarnya.

Baca Juga  Pemuda Muhammadiyah Inginkan Pemkot Respons Persekusi

Untuk konsep pembangunan, sambung dia, ada dua desain yang ditawarkan. Yakni hanya melakukan pelebaran jembatan saja atau membangun ulang jembatan berikut pelebaran.
Dari dua kemungkinan itu, kata dia, tergantung kajian kedepan.

“Kita punya dua desain. Yang satu pelebaran saja, yang satu lagi bangun total. Cuma pertimbanganya, kalau tutup total, jembatan bisa baru tapi dampaknya jalan Otista juga ditutup total. Nah ini yang harus kita pikirkan dampaknya,” ucapnya.

“Mungkin kita akan condong ke pelebaran saja, karena dampaknya tidak terlalu besar buat arus lalu lintas di jantung kota. Kalau nilai, dua desain itu kebutuhannya hampir sama,” imbuh Chusnul.

Sejauh ini, kata dia, untuk memuluskan rencana pelebaran Jembatan Otista, Pemkot Bogor sudah melakukan pembebasan lahan di sekitar jembatan, tepat di Kelurahan Babakanpasar dengan anggaran Rp7,5 miliar.

“Pembebasan sudah. Mudah-mudahan tahun ini masuk RKPD Jabar, jadi akhir tahun ini bisa mulai lelang. Jadi awal tahun 2023 bisa langsung pelaksanaan,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.