Bikin Rumput Rusak dan Panitia Amburadul, Warganet hingga Ketua DPRD Kecam Konser Tiga Hari di Kebun Raya Bogor

by -
Kondisi saat konser tiga hari Swaraya di Kebun Raya Bogor pada akhir pekan lalu. (Foto:Giffar/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Konser tiga hari yang digelar di Kebun Raya Bogor (KRB) pada akhir pekan lalu, rupanya berujung polemik.

Selain mengeluhkan kinerja panitia dan jalannya konser yang dinilai buruk, dampak lingkungan seperti rusaknya rumput pasca digunakan konser pun menarik perhatian publik.

Akun instagram KRB @kebunraya.id dan Pantia penyelenggara Swaraya @swaraya.id pun tak luput dari serangan warganet yang kecewa terhadap jalannya konser selama tiga hari tersebut.

Warganet berkomentar miring di akun Instagram @kebunraya.id, seperti @srizurcher yang kecewa soal parkir dan meminta Kebun Raya Bogor dikembalikan saja fungsi dan manfaat yang sesungguhnya, ketimbang menjadi tempat konser.

“Jumat lalu, pengunjung gak boleh parkir didalam,boleh parkir didalam jika beli voucher 100k dari resto Raasaa. Mohon kembalikan fungsi dan manfaat dari Kebun Raya yang sesungguhnya,” tulis @srizurcher.

Akun Instagram penyelenggara @swaraya.id pun tak luput dari ‘serangan’ warganet.

“kasian ya jadi rumput,” tulis @msetiajii.

“ngga beres emang nihh nyari cuan doangg,” @m_martin_f.

“KACAU GADA UNTUNGNYA BELI VIP, MAU NNTN KONSER KY PADA MAU NGEBAJAK SAWAH. LIATNYA UDH GEULEUH DULUAN. GAK JELAS KONSEPNYA. NEXT TIME KL SWARAYA NGADAIN LAGI KAYANYA PD MIKIR BERIBU KALI DEH KL BEGINI. BIKIN KAPOK,” ketus @finesyaam.

Baca Juga  BJB Socer Fetival 2022 Sukses Dihelat dan Melahirkan Talenta-talenta Muda

“Panitia concert ter worst sih ini. Better gausah adain lagi. Ga profesional bgt, dilarang bawa vape sm roko tapi 90% panitia kerjanya ngerokok di venue dgn santainya, cuma ikut duduk nikmatin konser sambil ngerokok semua. Mekanisme concert jg gajelas. kapasitas penonton hrsnya dibatesin apalagi duduk nntnnya. kasian bgt kaya nntn gratisan. kebun raya jd jeblok jelek kaya nntn dilumpur karena gadimanage dgn baik concertnya,” tulis @callinastanala_.

“kalo ada yg komen bagus ttg konser ini, fix dia panitia sih,” tulis @roniasi.id.

Kritik juga dilontarkan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto. Ia sangat menyayangkan ada sebuah acara yang diharapkan bisa memberikan apresiasi budaya atau karya seni dan meningkatkan perekonomian, justru menambah polemik.

Mulai dari masalah keberadaan kelestarian lingkungan maupun dalam sisi identitas Kebun Raya Bogor itu sendiri sebagai budaya Bogor yang harus dijunjung tinggi.

Baca Juga  'Pemilu Kecil' ala Kelurahan Empang Kota Bogor, Ammar Askar Terpilih Jadi Ketua RW 02

“Saya kira ini kita kembali kan lagi fungsi KRB yang lama, terutama koservasi ekologi dan budaya,” ujarnya.

Bahkan, DPRD melalui komisi terkait akan memanggil pihak Kebun Raya Bogor untuk memastikan fungsi konservasi lingkungan dan budaya di Kota Bogor.

“Dan mungkin perlu kita nanti DPRD akan mencoba klarifikasi melalui komisi terkait, untuk memastikan bahwa KRB ini tetap menjadi fungsi konservasi lingkungan dan budaya di Kota Bogor,” tukasnya.

“Tapi yang kedua, harus segara pihak KRB memperbaiki kerusakan yang ada harus kembali seperti semua. Dan bahkan lebih baik lagi,” imbuh Atang.

Saat dikonfirmasi, General Manager Corporate Communication dan Security PT MNR Kebun Raya Bogor, Zaenal Arifin menegaskan bahwa Swaraya merupakan salah satu program kampanye Kebun Raya Bogor untuk mendekatkan diri kepada generasi muda melalui bahasa yang mudah diterima oleh mereka.

Pada program ini, kata dia, pesan konservasi dan edukasi dikemas sehingga mudah diterima oleh mereka.

“Pertunjukan musik bukan yang utama yang paling penting pesan konservasi yang disampaikan, pembagian bibit tanaman, kultur jaringan, dan anggrek serta edukasi tumbuhan yang utama,” katanya kepada Metropolitan.id, Senin (27/6) sore.

Baca Juga  Petugas Pemilu Yang Meninggal Jadi 32 Orang

Pembagian benih yang dikemas secara menarik kepada pengunjung, board
edukasi tentang kebun raya, kampanye konservasi oleh para artis pengisi acara dan
penggemasan musik sebagai bahasa universe.

“Pesan-pesan konservasi pun kami sampaikan kepada anak anak muda yang hadir, untuk mereka mengetahui dan mencintai tumbuhan hayati,” ujar Zaenal.

“Antara lain dengan pembagian bibit bibit tanaman sebanyak 1000 bibit dan sign tetang tumbuhan serta menjaga pohon koleksi kita terapkan saat Swaraya berlangsung,” imbuhnya.

Memang, ia membenarkan ada beberapa rumput mengalami kerusakan.

“Sampa jam 2 waktu itu kita bersihkan, sampah dan lumpur. Kalau (perbaikan) rumput kan perlu waktu. Memang hujan pada malam hari,” kata Zaenal.

Menurutnya, kondisi alam faktor rumput prefentif sudah dilakukan dan diperhitungkan. Termasuk membatasi pohon koleksi dengan pagar pelindung.

“50 pekerja kita siapkan untuk membersihkan sampah dan kebersihan. Perbaikan rumput diperkirakan 4 hingga 5 hari kedepan,” tuntas Zaenal. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.