Buntut Promo ‘Nakal’, Holywings Digugat Dua Orang Bernama ‘Muhammad’

by -

METROPOLITAN.id – Polemik promo ‘nakal’ kafe dan kelab malam Holywings yang menggratiskan minuman beralkohol bagi pengunjung bernama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’ terus bergulir.

Pasca seluruh gerai Holywings se-DKI Jakarta ditutup oleh Pemprov akibat melanggar aturan, giliran dua orang bernama Muhammad Faisal dan Muhammad Husni Mubarak menggugat secara perdata PT ABG yang menaungi unit usaha Holywings.

Penggugat mengaku dirugikan promo minuman keras (miras) untuk warga bernama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’.

Koordinator pengacara penggugat, Hendarsam Marantoko, mengatakan kedua kliennya merasa tersinggung, tersakiti, terhina, dan dirugikan.

Iamerasa berhak menggugat karena nama Nabi Muhammad yang juga nama kedua kliennya dipakai untuk promo miras oleh Holywings.

Baca Juga  Usung Konsep Family Friendly Resto, Holywings Bogor Masih Jual Minuman Beralkohol. DPRD: Ramah Keluarga Apanya?

“Kedua latar belakang kita mengajukan gugatan secara perdata karena kami melihat dan menyerap aspirasi dan keluhan para publik yang terkesan dan patut diduga manajemen Holywings terkesan lepas tangan dan melimpahkan semua masalah ke karyawannya,” kata Hendarsam dikutip dari detikcom, Kamis (30/6/2022).

Selain soal karyawan yang ‘dikorbankan’ atas promo miras hingga menjadi tersangka, dia menyoroti soal nasib ribuan karyawan Holywings lainnya.

Menurutnya ada dua hal yang pokok. Pertama, ketika terjadi masalah pidana, karyawan disalahkan diduga dikorbankan dan dikambinghitamkan.

Kedua, terkait masalah penutupan Holywings yang karyawannya dijadikan tumbal lagi bahwa ini nasib 2.800 sekian karyawan.

“Nah hal seperti ini kami menyerap aspirasi supaya manajemen Holywings dalam artian pengurusnya direktur, komisaris ikut bertanggung jawab. Boleh saja masalah pidana tersebut tidak sampai pada mereka, tapi lihat. Tapi mereka tidak bisa lepas secara keperdataan,” tukasnya.

Baca Juga  Di Tengah Tren Peningkatan Inflasi Global, Menko Airlangga : Realisasi Inflasi Indonesia Masih Terkendali

Para penggugat menuntut meminta ganti rugi imateriil dan materiil sebesar Rp 100 miliar. Dia mengatakan, jika gugatan dikabulkan majelis hakim, uang ganti rugi itu akan disumbangkan ke Baznas untuk kepentingan umat dan masyarakat banyak.

Namun, Hendarsam tidak dapat merinci uang senilai tersebut atas kerugian apa saja. (dtk/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.