Butuh Waktu 3 Bulan Investigasi Penyebab Banjir Bandang Pamijahan – Leuwiliang

by -

METROPOLITAN.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengaku butuh waktu sekitar tiga bulan untuk melakukan investigasi penyebab banjir bandang dan longsor di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang. Investigasi ini harus melibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Kita inginnya dalam waktu tiga bulan sudah ada kesimpulannya seperti apa,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hassan, Rabu (29/6).

Yni Hasan menjelaskan, materi utama yang menjadi bahan kajian adalah penyebab banjir bandang dan longsor sesuai riwayat kejadian bencana serupa di wilayah masing-masing.

Sebab berdasarkan informasi, pada 2015 lalu bencana tersebut pernah terjadi juga di Pamijahan.

“Terus yang di Leuwiliang juga (pernah terjadi bencana sebelumnya). Nanti bisa terlihat jejak forensiknya,” ungkapnya.

Baca Juga  Proyek Jembatan Penghubung Dua Desa Molor

Sementara ini, Yani Hasan menga hanya melakukan kajian bersama PVMBG. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Pemkab Bogor menggandeng instansi lainnya untuk mencari tahu penyeban bencana yang sampai memakan korban jiwa tersebut.

“Kalau nanti PVMBG perlu instansi lain, kita bareng mungkin untuk pemetaannya,” katanya.

Sebelumnya, banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan dan Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang, Rabu (22/6).

Akibatnya, tiga orang menjadi korban jiwa. Sementara ratusan rumah mengalami rusak ringan hingga berat. Bencana ini juga memutus sejumlah akses jalan dan jembatan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.