Cetak 40 Ribu Guru Baru lewat Rekrutmen PPG Prajabatan

by -

METROPOLITAN – Kemen­terian Pendidikan, Kebu­dayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mem­buka rekrutmen Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajaba­tan untuk menghadirkan generasi baru pendidik di Indonesia.

“Kebijakan ini adalah ik­htiar pemerintah mewujud­kan keseimbangan kebutuhan guru untuk saat ini dan ke depan. Kemungkinan ba­nyaknya guru yang pensiun perlu diantisipasi dengan merekrut guru-guru baru,” terang Ketua Program Studi PPG Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terga­bung dalam Lembaga Pen­didikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Dinn Wahyudi, ke­marin.

Rekrutmen PPG Prajabatan ini merupakan kerja sama antara Kemendikbudristek dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan untuk mencetak 40 ribu guru baru. “Dengan kolaborasi antara Kemendikbudristek bersama LPTK dan partisipasi publik yang tinggi, kami optimistis target 40 ribu guru baru akan tercapai, sehingga kualitas pendidikan dalam negeri akan terus meningkat,” ujarnya.

Dinn menilai program PPG Prajabatan merupakan upaya efektif dari pemerintah dalam menjawab persediaan dan kebutuhan pendidik untuk menggantikan guru-guru yang telah memasuki masa pen­siun. Mayoritas guru-guru di level sekolah dasar akan pur­natugas. Dengan rekrutmen PPG Prajabatan, Dinn menga­ku kesenjangan antara keter­sediaan dan kebutuhan guru tidak akan terjadi.

Baca Juga  Guruku kekasihku (1)

Apabila program itu tidak dijalankan, maka akan me­nimbulkan permasalahan seperti banyaknya guru ho­norer. “Adanya guru honorer karena ketidakseimbangan antara kebutuhan di sekolah, terutama sekolah dasar dengan fakta rekrutmen guru baru. Jadi memang ik­htiar itu (rekrutmen PPG Prajabatan) bagus karena supply and demand ke de­pannya lebih baik,” ujar Dinn.

Melalui rekrutmen itu, ca­lon mahasiswa diharapkan menjadi guru profesional yang dapat menjadi teladan dan pendidik yang mampu mengembangkan rencana, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mewu­judkan profil pelajar Panca­sila.

Calon mahasiswa PPG Pra­jabatan yang lolos rekrutmen akan mendapatkan tunjangan dari pemerintah berupa beasiswa untuk mengikuti perkuliahan sampai lulus. Mereka juga mendapatkan kepastian direkrut sebagai guru setelah lulus Pendidikan Profesi Guru. Bahkan, ma­hasiswa PPG Prajabatan akan mendapatkan modul pem­belajaran yang efektif.

Baca Juga  Ribuan Guru Honorer di Bogor Diangkat Jadi Pegawai Pemerintah

Modul itu akan mengguna­kan perangkat belajar yang dikemas secara dalam ja­ringan, mencakup praktik belajar, menggunakan teknik sistem pengelolaan pembe­lajaran dengan dibimbing dosen berpengalaman. Pro­gram PPG Prajabatan terdiri dari 33 Satuan Kredit Semes­ter (SKS) mata kuliah, empat SKS mata kuliah selektif dan dua SKS mata kuliah efektif.

Perkuliahan tersebut dila­kukan dua semester atau satu tahun.

Keseluruhan SKS itu dip­eruntukkan untuk menjadi­kan mahasiswa PPG Praja­batan menjadi generasi guru baru terbaik di Indonesia.

Selain itu, dengan program praktik lapangan elevansi kuat karena dilakukan di se­kolah yang nantinya men­jadi tempat mereka mengajar sebagai guru pemula.

“Kemdikbudristek sudah merancang dengan tepat, universitas juga menyiapkan dengan sangat serius, me­nyiapkan dosennya, fasili­tasnya, dan LMS (learning management system)-nya telah disiapkan. Jadi, kola­borasi ini sangat bagus an­tara Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependi­dikan Kemdikbudristek dan LPTK,” tutur Dinn.

Baca Juga  Guru Penampar Sembilan Siswa Terancam Tiga Tahun Penjara

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kem­dikbudristek Iwan Syahril berharap masyarakat, teru­tama yang memiliki minat menjadi guru, untuk mengik­uti rekrutmen PPG Prajabatan.

Dengan besarnya partisi­pasi publik terhadap program itu, maka akan semakin mem­perbanyak jumlah kehadiran guru baru di Indonesia.

Dengan demikian, keterse­diaan guru dalam jangka panjang akan terpenuhi se­kaligus memperluas penye­baran agar lebih merata, terutama pada daerah-daerah yang selama ini kekurangan pendidik. (rep/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.