Dewan Minta Pemkab Bogor Relokasi Warga Terdampak Banjir Bandang di Pamijahan

by -

METROPOLITAN.id – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi meminta agar Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menanggulangi bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Pamijahan. Khususnya pada dinas-dinas terkait agar mengevakuasi dan merelokasi masyarakat yang tinggal diwilayah-wilayah yang dianggap rawan.

“Ini pelajaran buat kita dan kita pun harus mengambil hikmah dari kejadian ini. Maka kedepan Pemkab Bogor harus menginventarisir masyarakat-masyarakat yang tinggal di lokasi yang rawan bencana. Karena jika dibiarkan maka kedepan aka nada korban lagi,” kata Ridwan.

Pasca banjir bandang ini, Ridwan meminta agar dinas berwenang mengevakuasi masyarakat yang tinggal di zona yang dianggap berbahaya. Sebab di musim tak menentu seperti ini khawatir aka nada banjir susulan terjadi.

Baca Juga  Ini Petuah Bima Arya Pada Hari Jadi Ke-19 KAMMI

“Harusnya masyarakat yang tinggal di zona berbahaya dievakuasi terlebih dahulu agar tidak ada korban lagi jika ada banjir susulan,” kata dia.

Ridwan juga mengaku akan menggelar rapat gabungan bersama anggota DPRD dari Dapil 4 yang jumlahnya ada Sembilan orang untuk membahas persoalan bencana yang kerap terjadi di wilayah Bogor Barat dan memanggil dinas-dinas terkait lainnya.

“Nanti pasca ini (bencana,red) kita akan mengajukan kepada pimpinan dewan untuk menggelar rapat gabungan khusus membahas bencana yang kerap terjadi di wilayah Bogor Barat,” ujarnya.

Sementara itu, akibat kejadian tersebut satu orang dinayatakan meninggal dunia sedangkan satu orangnya sedang dilakukan pencarian. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko menjelaskan, korban meninggal atas nama Aam seorang ibu berusia 40 tahun, sementara atas nama Umar (42) dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Baca Juga  Sekali Lemparan Botol Miras Berantakan, Bupati Angkat Tangan

Bencana alam yang dipicu hujan lebat itu juga menyebabkan sejumlah kerusakan lainnya, seperti fasilitas umum berupa jembatan, akses jalan dan kolam peternakan milik warga.

“Akses jalan tertutup longsoran di Kampung Muara RT 02 RW 01, jembatan terputus di Kampung Cimanggu RW 13 dan Kampung Bandar Jaya RW 09, dan kolam peternakan milik warga terdampak Arus banjir di Kampung Babakan RW 08,” kata Aris. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.