DPRD Cecar Diarpus Kaitan Temuan Sidak Pembangunan Perpustakaan Daerah Kota Bogor

by -
Dok. Setwan Kota Bogor

METROPOLITAN.id – Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pembangunan Perpustakaan Daerah di gedung eks kantor DPRD Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Komisi I DPRD Kota Bogor memanggil Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor, Kamis (2/6).

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Safrudin Bima menyoroti tahapan administrasi dan pengerjaan proyek tersebut. Apalagi saat sidak, Komisi I mendapati masih ada pekerjaan pemasangan keramik. Padahal, pengerjaan keramik dilakukan pada tahun anggaran 2021 lalu.

“Kami menanyakan laporan tender, SPK dan dokumen kontrak. Sebab terkait masih pengerjaan keramik dan lain-lain dalam gedung, kan di tahun ini harusnya pengadaan untuk interior. Jadi kami ingin mengetahui lebih detil dokumen perencanaan sampai pada tahapan pelaksanaan supaya lebih jelas & terukur,” katanya, Senin (6/6).

Baca Juga  Imbas Dualisme Kepemimpinan Sekolah At-Taufiq, Bima Arya: Sudah Banyak Siswa Keluar

Di tempat yang sama, Anggota Komisi I Restu Kusuma dan Endah Purwanti mempertanyakan terkait laporan tender, SPK dan dokumen kontrak.

Hal tersebut untuk mengetahui apakah pengerjaan tahap kedua ini termasuk pemasangan keramik dan lain-lain dalam gedung.

“Kan di tahun ini harusnya pengadaan untuk interior. Jadi, kami ingin mengetahui lebih detil dokumen perencanaan sampai pada tahapan pelaksanaan supaya lebih jelas dan terukur.” ungkap Restu dan Endah.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri mengaku khawatir akan terjadinya keterlambatan pengerjaan perpustakaan.

Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena beberapa variabel. Salah satunya masalah administrasi.

“Seperti contoh pada pekerjaaan tahap 1, ada adendum pekerjaan. Nah ini bisa saja membuat keterlambatan. Untuk tahap 2, kita lihat ada penurunan harga penawaran yang signifikan yang ditawar sama penyedia jasa. Kita kuatir akan ada adendum lagi,” ujar Gus M, sapaan karibnya.

Baca Juga  Penerapan PLEK Bantu Pengembangan Usaha Tani Batangkulu

Menilik laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, pagu anggaran untuk proyek Perpustakaan Kota Bogor ini senilai Rp10 miliar. Setelah proses tender, pemenang yang ditetapkan mendapatkan pekerjaan dengan nilai Rp8 miliar.

Selisih yang cukup tinggi itu pun menjadi perhatian khusus dari Gus M.

Berdasarkan laporan awal dari Diarpus Kota Bogor, proyek yang sudah dikerjakan sejak Mei ini ternyata baru mencapai 5 persen pengerjaan.

Niao proyek dinilai terlalu menguntungkan pihak kontraktor tanpa adanya kepastian kualitas proyek.

“Oleh karena itu, dinas dan konsultan pengawas harus melakukan pengawasan berkala karena kita kuatir akan ada penurunan kualitas bangunan,” tegas Gus M.

“Apalagi laporan kemarin, yang disampaikan oleh dinas bahwa penyedia jasa sudah mencairkan anggaran uang muka 20 persen dari nilai kontrak,” pungkasnya.

Baca Juga  Duh, Rencana Revisi RPJMD Kota Bogor Terancam Batal

Selain dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima dan rapat diikuti oleh Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono beserta anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Anna Mariam Fadhilah, Endah Purwanti, Mahpudi Ismail, Ence Setiawan, Restu Kusuma, Akhmad Saeful Bakhri dan H. Mulyadi. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.