Gagal Panen, Petani Cabai di Bogor Rugi Puluhan Juta, Ini Biang Keroknya

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah petani cabai di Kampung Sumurwangi, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor mengalami gagal panen imbas serangan hama patek pada Kamis (9/6).

Akibatnya, para petani cabai di Kota Bogor ini mengalami kerugian hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Seperti diungkapkan salah satu petani cabai di Kampung Sumurwangi, Riadul Muslim. Menurutnya, seharusnya dalam dua minggu ini ia bersama petani cabai di Kampung Sumurwangi bisa memanen sebanyak 7 kwintal.

Akan tetapi, dari 7.000 tanaman cabai yang ditanam, sekitar 3.500 tanaman mengalami gagal panen alias busuk.

“Seharusnya kita dua minggu itu bisa menghasilkan sekitar 7 kwintal. Karena kita mendapatkan serangan hama patek, 3.500 pohonnya (tanaman) sudah kita cabut,” kata pria yang akrab disapa Oi kepada wartawan.

Baca Juga  Wilayah Bogor Berpotensi Diguyur Hujan Pada Siang hingga Malam Hari

Dijelaskannya, sebenarnya kerugian gagal panen ini bukan hanya dialami petani cabai di Kampung Sumurwangi. Di beberapa komunitas petani lainnya juga mengalami hal serupa.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah dapat membantu para petani, atau ada semacam solusi dari orang-orang ahli untuk membasmi hama patek ini.

“Prediksi kami ini bisa lama kalau tidak ada solusinya. Kalau kita disini hanya sebatas punya pengalaman, ilmunya sedikit dan bisnis,” ucap Oi.

Soal kerugian, dikatakannya, tentu kondisi saat ini sudah sangat-sangat memprihatinkan bagi para petani. Apalagi, gagal panen terjadi di tengah harga cabai sedang tinggi.

Yakni, di Pasar Induk bisa mencapai Rp75 ribu perkg dan pasar lainnya bisa mencapai Rp100 ribu perkgnya.

Baca Juga  Pembangunan Smelter Nikel Kapasitas 40.000 Ton Milik PT ABC Dimulai, Serap 1.200 Tenaga Kerja

“Perkiraan kalau dipresentase bisa rugi sampai puluhan juta. Solusinya, yang lahan 3.500 cabai yang sudah dicabut kita alihkan ke tanaman lain, ada paria sama mentimun,” tandasnya. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *