Ingkar Janji soal Jual Miras, DPRD Desak Wali Kota Tutup Permanen Elvis eks Holywings Bogor

by -
Kafe Bar Elvis eks Holywings Bogor disegel dan dicabut izinnya oleh Pemkot Bogor lantaran melanggar aturan penjualan minol. (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Heboh promo ‘nakal’ yang berujung disegel dan dicabutnya izin kafe dan bar Elvis eks Holywings Bogor, di bilangan Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, mendapat respons dari berbagai kalangan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Atang Trisnanto bahkan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mencabut izinnya karena sudah beberapa kali membuat pelanggaran.

Ia mendukung langkah Pemkot Bogor menyegel Elvis eks Holywings Bogor hingga beberapa pekan kedepan.

“Bahkan kalau bisa, karena sudah beberapa kali pelanggaran, ya tutup permanen, cabut IMB-nya (Izin Mendirikan Bangunan, red),” kata Atang saat ditemui awak media di DPRD Kota Bogor, Senin (27/6).

Apalagi, dalam pengawasan yang dilakukan, terjadi pelanggaran oleh Elvis eks Holywings Bogor yang menjual minuman beralkohol diatas 5 persen.

“Harus ditindak tegas. Saya kira Investasi tidak akan berhenti disini, kita persilahkan kepada pemilik modal untuk investasi dalam hal yang lain. Apakah rumah makan layak keluarga atau restoran ramah keluarga. Intinya adalah jauhi hal hal yang merusak tatanan masyarakat Kota Bogor,” tegas politisi PKS itu.

Baca Juga  132 Smp Se-Kota Bogor Ikuti Lomba Sanitasi

Atang juga menyinggung soal ramai promo ‘nakal’ Holywings yang menggratiskan minuman beralkohol bagi pengunjung bernama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’. Buatnya, promo itu merupakan hal yang sangat sadis lantaran ada upaya untuk menjual sesuatu yang diharamkan oleh Islam, justru menggunakan nama yang menjadi keteladanan umat Islam.

“Ini bukan satu hal yang bisa ditolelir. Tutup, saya kira itu sudah hal yang harus keras kita lakukan. Banyak hal yang harus kita lakukan oleh Holywings maupun mungkin sekarang namanya Elvis, untuk bisa berusaha di Kota Bogor tidak dengan menjual minuman beralkohol,” tukasnya.

“Kita berharap bahwa akan lebih tegas lagi kita akan coba diskusikan di Forkopimda, bagaimana bisa lebih tegas untuk masalah Elvis eks Holywings,” imbuh Atang.

Baca Juga  Hiks... Kontrak Habis, Kantor Kelurahan Pakuan Bogor Segera Dipindah

Senada, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Jatirin bahkan dengan tegas meminta Pemkot tidak hanya membekukan, tapi mencabut izin Elvis eks Holywings Bogor.

“Jadi bukan dibekukan, tapi cabut izinnya. Ya tidak bisa lah, kalau sudah melanggar ya cabut izinya,” ketusnya.

Sebab, kata dia, Elvis eks Holywings Bogor sudah melanggar janji dan kesepakatan saat pertama kali dibuka, bahwa tidak akan menjual miras diatas 5 persen sesuai aturan Kota Bogor.

“Ternyata mereka menjual. Bilangnya mengedepankan kearifan lokal, ternyata tidak dilakukan, ya harus disetop. Langkah yang dilakukan Pemkot Bogor itu tepat, jadi tidak usah lagi banyak pertimbangan. Ketika dia mengingkari janji, ya setop,” tegas politisi PKB itu.

Baca Juga  PC GMPI Kota Bogor Punya Ketua Umum Baru

Buatnya, tidak perlu lagi ada perdebatan karena ternyata kekhwatiran masyarakat pada saat pertama kali dibuka itu terbukti.

“Walaupun suratnya katanya berganti nama, faktanya isinya masih sama kan. Menurut saya pak wali sudah tepat, yang jelas fakta dil lapangan dijual miras padahal mereka kan sudah janji. Kalau tegas, Pemkot Bogor akan lebih dihargai oleh pengusaha ketika nanti kedepannya pengusaha tidak berani main-main. Kalau kita masih tarik ulur, mereka berani main-main,” jelas Jatirin.

Meskipun menimbulkan polemik, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dan menggeruduk Elvis eks Holywings Bogor.

Jatirin meminta warga percaya kepada wali Kota Bogor.

“Ketika Pemkot Bogor tidak melakukan aksi, seharusnya masyarakat melakukan sikap terbaik dengan datangi wali kota, desak untuk menindaknya,” tukasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.