Jadi Administrasi Penting, Akta Kematian justru Kurang Tersosialisasi di Ciseeng

by -

METROPOLITAN.id – Sebagian masyarakat saat ini masih belum mengetahui jika ada aturan tentang dokumen akta kematian.

Akta Kematian saat ini dijadikan sebagai kelengkapan persyaratan administrasi seperti mengurus peralihan hak atas tanah, uang duka, tunjangan kecelakaan, asuransi, perbankan, pensiun dan lainnya.

Namun meski dokumen akta kematian ini sangat penting, sebagian masyarakat di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, sejauh ini banyak yang tidak tahu dan cenderung tidak terlalu peduli untuk mengurus dokumen tersebut.

“Selain kurang sosialisasi, saat ini proses pengurusan dokumen akta kematian itu masih ribet dan tidak efektif. Sebab untuk dapat dokumen itu harus diurus ke Disdukcapil atau UPT. Padahal warga butuh pelayanan yang lebih dekat, cepat dan efisien. Seperti di kantor kecamatan yang lebih mudah dijangkau,” kata warga Kecamatan Ciseeng, Bahudin (42), kepada Metropolitan.id, Senin (27/6)

Baca Juga  Peringati Hari Bumi, IPB University Gaungkan Invest in Our Earth

Ia mengatakan, meski belum terlalu jadi perhatian masyarakat umum, tapi akta kematian itu sudah digunakan warga.

Sebab selain digunakan untuk persyaratan di perbankan dan lainnya, juga terkait dengan validasai Kartu Keluarga (KK).

“Bayangkan jika nantinya ada aturan data kependudukan harus diinput berdasar dengan database akta kematian. Pastinya akan banyak data yang tidak sinkron. Seperti data pemilih, data penerima bansos dan lainnya. Makanya harus lebih dipermudah proses pengurusannya,” tukas Bahudin.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Ciseeng, Wawan Hartawan mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada permasalahan terkait proses pengurusan perubahan KK yang didasari atas adanya laporan kematian warga.

“Yang terpenting ada laporan dan surat keterangan kematian dari pihak desa. Kami membantu agar ada kemudahan bagi warga yang membutuhkan. Sejauh ini masih lancar dan tidak ada kendala,” ucap Wawan, sapaan akrabnya.

Baca Juga  Kembangkan Bisnis Jadi 'Tengkulak', Perumda PPJ Kota Bogor Minta Suntikan Modal Rp5 Miliar ke Pemerintah

Ia mengatakan, jika sejauh ini dokumen akta kematian memang masih asing didengar dan dibuat masyarakat secara umum.

Terlebih lagi, berbagai kebutuhan administrasi masyarakat di beberapa bidang yang membutuhkan adanya surat keterangan kematian, masih bisa dilayani dengan adanya surat kuning tersebut.

“Ya tentu masih perlu sosialisasi, namun untuk saat ini, bagi warga yang hendak melakukan pengurusan perubahan KK atau hal lainnya yang berdasar musibah kematian, cukup menggunakan surat keterangan kematian dari desa. Intinya kita ingin bantu permudah pelayanan administrasi bagi masyarakat,” pungkasnya. (sir/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.