Jadi Polemik, Ridwan Kamil Minta Bima Arya Kaji Izin dan Tindak Tegas Holywings di Kota Bogor

by -
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Dok. Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Ditutupnya belasan kafe dan bar kondang Holywings di DKI Jakarta karena melanggar banyak aturan, membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil buka suara.

Apalagi, di Jawa Barat terdapat kafe dan bar yang berafiliasi dengan Holywings Indonesia, yakni Elvis di Kota Bogor dan Holywings Bandung.

Ridwan Kamil bahkan meminta dengan tegas Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wali Kota Bandung Yana Mulyana untuk mengkaji seluruh izin usaha Holywings.

Ia juga meminta kedua wali kota itu untuk menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Jadi saya harapkan di Bandung dan Bogor untuk mengambil tindakan setegas-tegasnya jika secara aspek hukum, apa namanya (atau) kepatutan ada pelanggaran. Imbauan saya itu kepada Pak Bima Arya (Wali Kota Bogor) dan Pak Yana (Wali Kota Bandung),” katanya seperti dikutip dari detikJabar, Selasa (28/6).

Baca Juga  Jelang Paskah, Gereja di Bogor Dijaga Ketat Polisi

Kang Emil, sapaan karib Ridwan Kamil menuturkan bahwa pengambilan keputusan kebijakan di DKI Jakarta tentu berbeda dengan di Jawa Barat.

Menurutnya, DKI Jakarta punya kewenangan untuk langsung menindak tegas persoalan perizinan melalui gubernur.

“Kalau di luar Jakarta, se-Indonesia Raya. Kewenangan izin restoran dan hotel itu ada di wali kota dan bupati,” tegasnya.

Diketahui, belum usai kontroversi promo ‘nakal’ yang menggratiskan minuman beralkohol bagi pengunjung bernama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’, kafe dan bar kondang Holywings kembali jadi perhatian.

Setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mencabut izin usaha semua outlet Holywings yang ada di Jakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benny Agus Chandra mengatakan, ada 12 outlet Holywings yang dicabut izin usahanya.

Baca Juga  Targetkan PAD Dibawah Rp1 T, Pajak Restoran Hotel dan Hiburan di Kota Bogor Masih Rendah

Hal itu disebut sesuai dengan arahan gubernur untuk bertindak tegas.

“Sesuai ketentuan dan menjerakan, serta mendasarkan pada rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, maka kami selaku Dinas PM-PTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya dikutip dari kompas.com, Senin (27/6).

Ia menambahkan, pencabutan izin oleh DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta tersebut berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari dua organisasi perangkat daerah, yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta. (dtk/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.