Komisi III Tinjau Lokasi Banjir Bandang, Pastikan Pemerintah Hadir

by -

METROPOLITAN.id – Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mengundang keprihatinan banyak pihak, tak terkecuali para wakil rakyat dari DPRD Kabupaten Bogor.

Kemarin, Senin (27/6), anggota Komisi III mendatangi lokasi banjir untuk melihat langsung kondisi pasca-bencana. Rombongan dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Tuti Alawiyah.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Trian Al Muharom mengatakan, Komisi III mendorong rehabilitasi rumah warga dan infrastruktur di lokasi terdampak bencana dipulihkan segera.

Menurutnya, kedatangan Komisi III bersama rombongan untuk memastikan para korban terdampak bencana mendapat perhatian pemerintah daerah.

Dari hasil peninjauan, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat. Di antaranya, warga yang rumahnya rusak minta diperbaiki segera atau dibuatkan hunian tetap (huntap).

“Mudah-mudahan mereka kembali semangat. Karena bagaimana pun masih trauma ketika hujan turun. Trauma longsor atau banjir bandang susulan,” ujar Aan.

Selain meninjau penanganan pasca-bencana, Komisi III juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Aan juga memastikan bahwa pemerintah daerah hadir di saat bencana menimpa warganya.

Baca Juga  BNNK Gelar Pelatihan Kader Muda Taruna Melati II PD IPM Bogor Raya

“Kami turut prihatin atas bencana ini. Kedua, Komisi III DPRD hadir untuk memastikan bahwa pemerintah daerah hadir di saat bencana menimpa warganya,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan memperkirakan butuh anggaran hingga Rp 10 miliar lebih untuk memulihkan wilayah terdampak bencana di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan.

“Estimasi kalau DPKPP aja sekitar Rp5 miliar, belum PUPR, BPBD. Estimasi keseluruhan sskitar Rp10 miliaran lah,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, penanganan pasca-bencana ini akan dilakukan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut akan dicairkan segera sambil menunggu proses pendataan benar-benar rampunh.

“Kita masih ada anggaran BTT yang kita alokasikan tahun ini, masih bisa lah, mudah-mudahan cukup,” ungkapnya.

Data sementara, ada lima kampung terdampak banjir bandang dan longsor di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan. Lima kampung tersebut yakni Kampung Babakan RW08, Kampung Cimanggu RW13, Kampung Bandara Jaya RW09, Kampung Bajakan RW07 dan Kampung Rawa RW12.

Di lokasi tersebut, tercatat 16 rumah terdampak, 6 rusak berat, 7 rusak sedang, hilang 3 unit dan empat jembatan putus. Selain itu, bencana di Cibunian ini memakan dua korban jiwa.

Baca Juga  Sehari 12 Titik Longsor

Dari data tersebut, diperkirakan rencana rehabilitasi rumah sebanyak 35 unit dan relokasi mandiri 47 unit. Kebutuhan anggaran hasil estimasi untuk rehabilitasi Rp530 juta dan relokasi Rp2,7 miliar.

Selain di Cibunian, Pemkab Bogor juga menyiapkan anggaran serupa untuk Desa Gunung Picung. Estimasinya Rp60,5 juta untuk rehabilitasi lima rumah rusak berat dan Rp90 juta untuk rehabilitasi 65 unit rumah rusak sedang.

Sementara untuk Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, rencananya ada 95 rumah yang akan direhabilitasi. Estimasi kebutuhannya yakni Rp470 juta untuk rehabilitasi 15 rumah rusak berat, Rp222 juta untuk rehabilitasi 22 rumah tusak sedang, dan Rp119,5 juta untuk rehabilitasi 55 rumah rusak ringan.

“Apa yang kita lihat tadi di lokasinya langsung, kita bagi tugas. Misal PUPR jembatan harus bisa dilalui dan perbaikan-perbaikan jalan. Lalu di DKPP mengurusi sewa rumah bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditinggali, ini harus berjalan. Bagi yang akan direlokasi juga kami minta camat, kades cari tempat yang aman untuk relokasi. Intinya sambil berjalan dan sambil terus didata agar tidak ada yang ketinggalan,” terang Iwan.

Baca Juga  Bogor Geber Bebas Stunting, Ini Kuncinya

Saat ini, yang paling utama adalah Pemkab Bogor fokus untuk membuka akses jalan yang tertutup akibat banjir bandang dan tanah longsor.

“Peninjauan tadi kita lihat di Leuwiliang dan Pamijahan itu infrastrukturnya cukup berat. Jadi kami dorong untuk pembenahan infrastruktur dulu, untuk memudahkan mobilisasi bantuan. Yang pasti jembatan bailey dulu. Karena ini kan jalur vital untuk mobilitas warga. Jadi kita buka infrastruktur dulu, supaya tidak ada yang terisolir, sehingga bantuan dan mobilitas warga dapat berjalan,” tandasnya.

Sebelumnya, banjir bandang dan longsor menerjang Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan dan Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang pada Rabu, (22/6) lalu. Banjir tersebut menelan tiga korban jiwa, kerusakan rumah warga, dan memutuskan sejumlah akses jalan dan jembatan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.