Konflik Sekolah At Taufik Kota Bogor Terus Bergulir, Pemkot Larang Sekolah Terima Siswa Baru

by -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melarang Sekolah At-Taufiq Bogor membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun ajaran 2022-2023. Keputusan itu diambil imbas masih terjadinya dualisme kepemimpinan di sekolah tersebut.

“PPDB tidak ada di At-Tau­fik. Ya nggak terima (tahun ini, red), kan (masih terjadi) konflik,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi, kepada war­tawan, baru-baru ini.

Menurutnya, sejauh ini Pemkot Bogor sebenarnya sudah memberikan opsi dan alternatif dalam penyele­saian kisruh tersebut. Namun hingga berakhirnya status plt kepala sekolah yang sempat ditunjuk Pemkot Bogor ber­akhir, polemik dua yayasan sekolah itu tak kunjung ber­akhir. “Kita nggak izinkan, kan masih kisruh,” tegasnya.

Hanafi juga menilai kebija­kan menjadi tumpang tindih dan membuat orang tua siswa resah. Soal status plt kepala sekolah yang berakhir, Hanafi menyebut sedang mengusulkan yang baru, baik untuk jenjang SD dan SMP. “Penunjukan dari kita sudah diusulkan Bu Heny, plt se­kolah SMP dan SD rencana­nya Pak Asep,” katanya.

Baca Juga  Disdik Gelar Sertijab 27 Kepala SD

Setelah ada penetapan plt yang baru, sambung dia, nantinya dua nama yang te­lah ditunjuk akan diserahkan ke wali kota Bogor. “Tugas fungsi plt tak lain hanya ke­pala sekolah, tidak lain,” ujarnya.

Sekadar diketahui, dualisme kepemimpinan di Sekolah At-Taufiq Bogor terjadi sete­lah Yayasan Al-Irsyad Al-Is­lamiyyah Bogor disahkan menjadi pengelola sekolah yang berlokasi di Kecamatan Tanahsareal itu.

Sementara pengelola Seko­lah At-Taufiq Bogor yang sebelumnya, Yayasan At- Taufiq ICAT Bogor (YATIB), menolak pengesahan here­gistrasi izin operasional yang dikeluarkan Sekdisdik Kota Bogor per 11 Mei 2021 lan­taran dinilai mengumumkan secara sepihak tanpa meli­batkan mereka.

Dualisme kepemimpinan yang terjadi di Sekolah At- Taufiq Kota Bogor berimbas pada berkurangnya jumlah murid di sekolah tersebut. Beberapa wali murid banyak yang memutuskan untuk memindahkan anaknya da­ri Sekolah At-Taufiq ke seko­lah lain. Hal tersebut dibe­narkan Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Baca Juga  Akhirnya Dapat Sumbangan Rp236 Juta untuk Kelas Baru

“Tapi, saya kira begini (ter­kait dualisme kepemimpinan, red), selama konflik belum selesai tidak akan ada kegia­tan penerimaan siswa baru. (Maka) Dikembalikan ke­pada keluarga besar At-Tau­fiq dan orang tua,” kata Bima Arya. “(Yang pasti) Sudah banyak siswa yang keluar, sudah puluhan yang keluar,” sambungnya.

Menurut Bima Arya, me­mang banyak orang tua mu­rid yang menyampaikan kepada dirinya bahwa so­lusi menangani dualisme kepemimpinan di Sekolah At-Taufiq bukan berada di pemerintah. Akan tetapi, Bima Arya kembali menekan­kan bahwa islah penting dari dua pihak yang bertikai.

“Jadi tinggal tunggu waktu, nanti sekolah ini akan tidak berjalan, kalau islahnya tidak terjadi,” ucapnya. “Kita sudah mengusahakan semaksimal mungkin, tapi selama masih ada konflik ya tidak akan pernah selesai,” lanjutnya.

Baca Juga  Sekolah Lapang Sukses Tingkatkan SDM Petani Manggarai Timur

Saat disinggung apakah memungkinkan kedua belah pihak diajak duduk bersama agar persoalan ini cepat se­lesai, Bima Arya mengaku sudah mengupayakannya beberapa kali. Akan tetapi dari kedua belah pihak tidak pernah menemui titik temu. “Ah, sudah berkali-kali. Nggak pernah ketemu, jadi persoa­lan ada di mereka sekarang. Itu saja, keputusan ada di mereka, Pemkot Bogor sudah melakukan semuanya dan melakukan yang terbaik,” ungkapnya.

“Mengundang islah berka­li-kali, menyodorkan konsep islah, menunjuk pelaksana di sana semua sudah dilaku­kan, tapi kalau memang tidak ketemu itu semua ada di tangan mereka risikonya,” katanya. (rez/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.