Lakukan Pemeriksaan 12 Jam, Kejagung Sita Dokumen Milik Eks Mendag Lutfi : Kalau Memang Perlu, Nanti Kita Panggil Lagi

by -
Eks Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi. (Radar Solo)

METROPOLITAN.id – Memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung), mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam, Rabu (22/6).

Kejagung pun angkat bicara usai Lutfi selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO/ bahan baku minyak goreng/ migor) dan Turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Supardi mengatakan, Lutfi telah menjabarkan berbagai hal yang ditanyakan penyidik.

Selain itu, penyidik juga menyita dokumen dari Lutfi.

“Ada dokumen yang disita dari dia juga, ada dokumen-dokumen disita juga, saya tidak bilang mafia, tapi ada dokumen yang disita dari dia,” katanya seperti dikutip cnbcindonesia.com, Rabu (22/6) malam.

Lutfi menjalani pemeriksaan selama 12 jam sejak datang ke Gedung Bundar Kejagung pada pukul 09:10 WIB hingga keluar pada jam 21:10 WIB.

Baca Juga  Sambut Even Superbike Mandalika 2021, Menko Airlangga Cek Kesiapan Sirkuit

Selama itu, Ia mendapat berbagai pertanyaan dari tim penyidik. Supardi belum bisa memastikan apakah Lutfi akan menjalani pemeriksaan lagi atau tidak.

“Sementara ini malam ini (kemarin malam) kan sampai sehari dari pagi ini (Rabu pagi) pertanyaan-pertanyaan tadi sudah cukup lah. Nanti lihat perkembangan pemeriksaan yang berikutnya saksi yang berikutnya, apa nanti masih relevan untuk dimintai keterangan lagi,” ujar Lutfi.

Meski demikian, potensi Kejagung kembali memeriksa Lutfi tetap terbuka.

“Sementara ini dari pertanyaan sekian banyak tadi. Sebenarnya rasanya sudah memadai, sudah representatif untuk pembuktian para tersangka itu. Nanti kan masih diperiksa nih, nanti kalau ada progres yang baru ya, itu tentunya kalau memang perlu dipanggil, ya dipanggil,” ujar Supardi.

Baca Juga  IKAPPI Kota Bogor Santuni 100 Anak Yatim

Sebelumnya, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi datang memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (22/6) pagi.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung memeriksa mantan mendag sebagai saksi dalam kasus ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng.

Pemeriksaan Lutfi berjalan cukup lama. Ia datang ke Kejagung sekitar pukul 09:10 WIB dan baru keluar menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kompleks Kejagung pada pukul 21:10 WIB.

Lutfi pun diperiksa kurang lebih selama 12 jam atau setengah hari.

Usai pemeriksaan, Lutfi sempat mengatakan bahwa dirinya telah memberikan keterangan dan kesaksian dengan sebenar-sebenarnya kepada penyidik Kejaksaan Agung saat diperiksa.

“Saya sudah datang tepat waktu, tepat hari dan melaksanakan semua yang ditanyakan saya jawab dengan sebenar-benarnya,” kata Lutfi dikutip dari cnnindonesia, Kamis (23/6).

Baca Juga  PKB Kota Bogor Dukung Jokowi Teken Perpres Atur Dana Abadi Pesantren

Ia menuturkan, kehadirannya tersebut merupakan bagian dari sikap ketaatan hukum yang dilakukannya sebagai rakyat Indonesia.

Oleh sebab itu, ia pun memenuhi panggilan pemeriksaan itu sebagai saksi di Kejaksaan Agung.

Saat disinggung materi yang didalami penyidik kepada dirinya selama kurang lebih 12 jam menjalani pemeriksaan, Lutfi menolak untuk memberitahukan kepada awak media.

Menurutnya hal tersebut merupakan bagian dari kepentingan penyidik.

“Saya tidak akan jawab karena semua materinya silahkan tanyakan kepada penyidik,” tandasnya.

Usai menjalani pemeriksaan ia pun langsung masuk ke mobil dan meninggalkan kompleks kantor Korps Adhyaksa.

Diketahui, Lutfi selaku mantan Menteri Perdagangan RI, diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi. Dalam pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai Maret 2022. (cnbc/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.