Luluh Lantak Diterjang Bandang, Terparah Sejak Puluhan Tahun Lalu

by -

METROPOLITAN.id – Ketenangan Kampung Cisarua, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor berubah duka. Di antara perbukitan yang menjulang, banjir bandang menerjang dan meluluh-lantakkan pemukiman warga di dua RW.

Bencana tersebut sore jelang malam, kemarin (22/6). Saat itu, sekira pukul 18.00 WIB, air bah dari Sungai Cisarua mulai masuk ke rumah-rumah warga.

Sejam sebelumnya, sekitar pukul 17.00 WIB, banjir sudah mulai menerjang. Namun sejam kemudian gelombang banjir kembali datang lebih besar.

“Sekitar jam 7 malam itu air bergemuruh dan langsung menerjang rumah warga. Bahkan banyak warga yang pingsan melihat bencana ini. Dulu sempat banjir besar tahun 1982. Tapi yang paling parah kayanya yang sekarang,” ujar warga Kampung Cisarua, Nasim.

Lelaki 50 tahun tersebut menceritakan, banjir yang menerjang tingginya mencapai sekitar satu meter bencampur material lumpur, bebatuan dan batang pohon.

Baca Juga  Bogor Icon Nunggak Pajak Rp6 Miliar

Perabotan dapur milik warga ikut hanyut dan terendam lumpur. Puluhan kendaraan roda dua dan empat banyak mengalami kerusakan hingga tertimpa puing dari reruntuhan rumah.

“Banyak yang sempat kebawa air, bahkan ada yang tertimbun pasir. Ada beberapa mobil juga yang hanyut dan rusak, jumlahnya belum kehitung,” ungkapnya.

Nasim sendiri pasrah melihat kondisi rumah yang ia tempati dipenuhi lumpur setinggi satu meter.

Tak hanya pemukiman warga yang diterjang banjir. Area persawahan dan perekebunan milik warga ikut rata dihantam banjir.

Hingga sKamis (23/06) sore, warga nampak masih membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk ke rumahnya.

Akses jalan desa menuju lokasi juga terputus. Sementara petugas gabungan berjibaku bersama masyarakat membersihkan rumah-rumah warga yang rusak.

Baca Juga  Api Merembet Dari Bakaran Sampah, Pool Bus Nyaris Terbakar

“Banjir bandang ini berhulu dari Kali Cisarua, dimana Kali Cisarua itu di bawah kaki Gunung Cianten,” ujar warga lainnya, Hamim.

Saat banjir terjadi, ia mengaku sempat ada tiga warga yang rumahnya berada persis di sisi kali terbawa hanyut. Beruntung, warga langsung menyelamatkannya dan dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia menduga banjir bandang ini diakibatkan akibat kondisi sungai yang dangkal.

“Sungainya memang dangkal, di tengah-tengah kali itu banyak batuan besar yang mengakibatkan air naik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Purasari, Agus Lukman menjelaskan, kejadian banjir bandang itu bermula saat hujan lebat. Diperparah dengan adanya longsor dan retakan di sekitar Gunung Cianten dan Gunung Tanjungsari.

Baca Juga  Wali Kota Bogor Tutup THM hingga 29 Juni 2017

“Di hulu ada lokasi longsor dan retakan, namun saat hujan tiba, banjir itu datang dan menerjang rumah warga,” tutur Agus.

Akibat banjir bandang tersebut, sebanyak 6 RT di 2 RW terdampak. Ratusan rumah juga mengalami kerusakan.

“Selain rumah, ada juga fasilitas lainnya yang rusak, seperti tiang listrik, pondok pesantren dan musala,” sambungnya.

Saat ini, pemerintah desa dan lembaga lainnya mengungsikan masyarakat dan membersihkan rumah-rumah warga terdampak.

Para pengungsi saat ini membutuhkan logistik berupa makamanan, selimut, hingga pakaian anak.

“Tapi ada juga bantuan yang sudah mulai datang, di antaranya dari Polsek Leuwiliang, PMI dan relawan lainnya. Untuk penangan sungai, insyaallah malam ini alat berat datang dari PUPR ke lokasi banjir bandang,” pungkasnya. (mul/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.