Pagelaran Seni hingga Bima Arya Berkuda Bakal Meriahkan Helaran HJB ke-540

by -
Warga berswafoto di Alun-Alun Kota Bogor saat peresmian oleh Gubernur Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya, Jumat (17/12). (Foto : Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Kegiatan puncak Hari Jadi Bogor (HJB) ke-540 akan dimeriahkan dengan kegiatan helaran atau festival budaya pada Jumat (3/6) besok.

Rencananya, dalam acara helaran itu akan ada penampilan iring-iringan rombongan berkuda yang ditunggangi Forkopimda Kota Bogor, salah satunya oleh Wali Kota Bogor Bima Arya sekitar pukul 15:30 WIB.

“Jadi pak wali sebelum ke Alun-alun Kota Bogor itu akan berkuda didampingi 8 unsur pimpinan Muspida. Mulai dari Balai Kota Bogor,” kata Kepala Disparbud Kota Bogor, Atep Budiman kepada Metropolitan.id, Kamis (2/6) malam.

“Bersama pak Wakil Wali Kota, Danrem, Dan ATS, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim, Dandenpom hingga Ketua PN. Total 9 orangan,” sambungnya.

Kemudian, menurut Atep, rombongan ini juga akan didampingi para istri dari unsur Muspida dengan rombongan delman.

Baca Juga  Wow!! Ayu Ting Ting Gelar Konser Titi DJ hingga Didi Kempot Ikut Memeriahkan

“Termasuk bu Sekda dan Kajari. Total rombongan delman ini ada 6,” ucap Atep.

Sementara, sambung Atep, sisanya dari unsur perwakilan OPD yang diwakili pimpinan mereka masing-masing, perwakilan 6 kecamatan, budayawan, sanggar seni hingga seniman akan berjalan kaki.

“Kalau yang lainnya jalan kaki, yang naik kuda hanya Muspida dan istri-istrinya saja,” imbuhnya.

Adapun, dijelaskan Atep, rute iring-iringan rombongan dalam helaran ini akan melintas dari Balaikota Bogor mengarah ke Jalan Juanda hingga ke Alun-alun Kota Bogor.

“Perkiraan memakan waktu sekitar 15-20 menitan. Yang lama itu di Alun-alunnya,” beber Atep.

Diakui Atep, memang ada perbedaan konsep helaran yang dilaksanakan pada peringatan HJB tahun ini. Di mana, helaran yang biasanya dimeriahkan dengan iring-iringan mobil hias, namun untuk tahun ini tidak ada.

Baca Juga  PM Pakistan Imran Khan: Eskalasi Konflik Iran Bisa Jadi Bencana

Hal itu terjadi karena kondisi saat ini masih dalam pandemi Covid-19, di tambah keterbatasan SDM hingga persiapan yang terbatas.

“Sekarang konsepnya agak berbeda nih karena memang nuansanya kan masih dalam pandemi Covid,” ungkapnya.

“Tapi tetap massagenya pak wali optimis lah bahwa kita sudah mulai melaksanakan lagi helaran, dan mudah-mudahan sih tahun depan bisa semeriah tahun-tahun sebelumnya,” lanjut dia.

Kemudian, dituturkan Atep, setelah rombongan helaran sampai di Alun-alun Kota Bogor mereka akan langsung duduk di panggung acara, untuk menyaksikan pentas pagelaran seni yang dilaksanakan kurang lebih 1,5 jam.

“Pagelaran seni ini diikuti masing-masing kecamatan. Mereka bawa dondang atau semacam atraksi gitu lah,” tutur Atep.

“Nuansa yang ditampilkan itu lebih ke nuansa seni yang menggambarkan potensi yang ada di masing-masing kecamatan. Semisal Bogor Tengah mengangkat tema keberagaman yang isinya ada pecinaan, Barongsai dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga  Kenali 5 Masalah Sepele di Kulit yang Ternyata Tanda Penyakit Berbahaya

“Terus Bogor Selatan nuansa Sunda, Bogor Utara nuansa religi dan lain sebagainya. Intinya ada tematiknya lah setiap kecamatan itu atraksinya,” lanjut Atep.

Setelah pagelaran seni, unsur Muspida ini akan meninjau pameran UMKM berupa bazar makanan dari pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Kota Bogor.

Kemudian, acara puncak peringatan HJB ke-540 yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Bogor ini akan ditutup dengan kegiatan nonton bareng layar tancap.

“Film yang ditampilkan ada dua, seperti film keluarga cemara yang sesuai visi misi Kota Bogor yakni kota ramah keluarga, dan satu lagi film preman pensiun,” tandasnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *