Pemkot Dalami Izin Kafe Elvis eks Holywings Bogor, Bima Dapat Mandat Khusus bakal Cabut Izinnya

by -

Polemik kafe dan bar kondang Holywings membuat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta secara khusus kepada Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wali Kota Bandung Yana Mulyana untuk menindak tegas gerai Holywings di dua kota tersebut jika terbukti ada pelanggaran. Terlebih, Holywings se-DKI Jakarta sudah ditutup pemprov lantaran melanggar aturan.

MENANGGAPI hal itu, Bima Arya mengaku sejalan dengan gubernur terkait Holywings Bogor yang kini berubah nama menjadi Elvis. Penyegelan yang dilakukan Pemkot Bogor be­berapa waktu lalu itu terkait adanya minuman beralkohol di atas lima persen dan melang­gar Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor.

“Dari awal saya kira kita sudah sejalan dengan apa yang diha­rapkan Pak Gubernur (Ridwan Kamil, red),” katanya.

Ia menegaskan bakal men­cabut izin operasi Elvis eks Holywings Bogor secara per­manen. Pencabutan izin ter­sebut dilakukan pemkot lan­taran menemukan bukti kuat terkait penjualan minuman beralkohol dengan kadar di atas lima persen.

“Sudah dari awal kita lakukan itu. Kalau untuk Elvis eks Ho­lywings Bogor sudah langsung kita segel. Sejak hari pertama kita kumpulkan bukti-buktinya mengarah kuat ke pencabutan total izin,” tegas Bima.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyelidiki dan men­gumpulkan bukti serta menem­puh sejumlah proses adminis­trasi dalam langkah pencabu­tan izin Elvis eks Holywings Bogor secara total. “Tidak bisa main begitu caranya, karena posisi kita secara hukum harus kuat. Buktinya apa saja, jangan sampai digugat di kemudian hari,” papar Bima Arya.

Baca Juga  Begini Kronologis Heboh Ibu Guru di Depok Singgung Holywings dengan Habib Rizieq

Sebelumnya, kafe dan bar kondang Holywings terus men­jadi buah bibir. Promo ‘nakal’ berbau agama diikuti ditutup­nya belasan gerai Holywings se-DKI Jakarta oleh Pemprov karena melanggar aturan. Ter­masuk Elvis eks Holywings yang disegel Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor karena me­langgar peraturan daerah (perda).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bahkan meminta Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wali Kota Bandung Yana Muly­ana mengkaji seluruh izin usaha Holywings yang ada di dua kota tersebut. Jika ditemu­kan pelanggaran, ia meminta kedua wali kota itu menindak secara tegas.

“Jadi, saya harapkan di Bandung dan Bogor untuk mengambil tindakan setegas-tegasnya jika secara aspek hu­kum, apa namanya (atau) ke­patutan ada pelanggaran. Imbauan saya itu kepada Pak Bima Arya (wali kota Bogor) dan Pak Yana (wali kota Bandung),” katanya, Selasa (28/6).

Di Kota Bogor, pasca-pem­bekuan Izin Mendirikan Bangu­nan (IMB) dan penyegelan Elvis eks Holywings Bogor oleh Bima Arya beberapa waktu lalu, Pemkot Bogor disebut masih mengumpulkan data dan menelusuri berbagai izin. Salah satunya kaitan perubahan nama dan manajemen Holy­wings Bogor menjadi Elvis. Meskipun dari akun Instagram @holywingsindonesia, terdapat nama Elvis yang menjadi ba­gian atau terafiliasi dengan Holywings Indonesia.

Baca Juga  Wali Kota Nggak Akan Beri Izin Holywings Jual Miras di Bogor, Kasatpol PP Beberkan Alasannya

Menurut Kepala Bagian Hu­kum dan HAM pada Sekreta­riat Daerah (Setda) Kota Bogor, Alma Wiranta, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) I Tahun 2021, dalam Pasal 56 Huruf F mengatur tentang penyegelan. Maka dari itu, tindakan yang dilakukan ter­masuk dalam sanksi adminis­trasi.

“Dalam sanksi administratif, mulai dari teguran lisan, pro­sesnya itu dijatuhkan berda­sarkan kondisi di lapangan. Apa yang sudah diberikan, yakni kebijakan penyegelan, berarti sudah beberapa kali proses pemberitahuan, pen­gumuman, tapi tidak dilaks­anakan pihak terkait,” katanya, Rabu (29/6).

Jika setelah 14 hari Elvis eks Holywings masih melakukan hal yang dianggap melanggar peraturan daerah (perda) Kota Bogor, maka bisa langsung dilakukan penyegelan dan di­minta tidak beroperasi kem­bali di Kota Bogor. “Ini sesuai perintah, sanksi administrasi itu diskresi (wali kota, red). Kalaupun dilakukan hal seru­pa di kemudian hari, mungkin bisa lebih tegas lagi. Bisa di­kenakan sesuai Perda 1 Tahun 2021 Ayat 2 berupa sanksi pi­dana ringan dengan denda Rp50 juta. Jadi, apa yang dilakukan Pemkot dan Forkopimda ma­sih tahap sedang, belum keras. Kalau keras, masuk sanksi pi­dana serta pembayaran denda,” jelas Alma.

Baca Juga  Ketua DPRD Kota Bogor Paksa Pemkot Pelototi Pembangunan Holywings, Atang: Jangan sampai seperti di Kota Lain

Sementara itu, Sekretaris Di­nas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Hendres Deddy Nugroho, menu­turkan, pihaknya tengah men­dalami soal pergantian nama Holywings Bogor ke Elvis yang dilakukan melalui aplikasi One Single Submission (OSS). Me­ski begitu, untuk verifikasi ada pada dinas teknis terkait, ya­kni Dinas Pariwisata dan Ke­budayaan (Disparbud). Tak hanya itu, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan Dispar­bud.

“Jika berganti nama, otoma­tis izinnya juga harus diurus kembali. Kita akan telusuri terkait perubahan nama itu, apakah sudah diajukan izin barunya atau belum. Karena OSS ini kan dari pemerintah pusat, kita telusuri dahulu,” paparnya.

Untuk itu, pergantian nama dan manajemen Holywings Bogor menjadi Elvis tentu ha­rus dibarengi pengajuan kem­bali izinnya.

“Tidak bisa masih mengguna­kan izin terdahulu. Jadi diaju­kan kembali oleh manajemen yang baru, tentunya melalui online OSS. Seperti IMB, itu verifikasinya di Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” tukas Hendres. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.