Pengembang Perumahan Mulai Jor-joran Jual Properti

by -

METROPOLITAN – Peng­embang kembali menggenjot bisnis ketika pandemi Covid-19 mulai reda. Mereka pun mu­lai memasarkan proyek-proy­ek barunya. Sebelumnya, sektor properti lesu di masa pandemi.

Dewan Kehormatan Asosia­si Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Barat Asep Ahmad Rosidin mengungkapkan, bis­nis properti sudah kembali meningkat. Ia tak memun­gkiri, dampak pandemi Covid-19 sempat menyebabkan bisnis properti lesu.

”Semua sektor industri kaget akibat pandemi, bukan hanya properti,” ucap Asep bebera­pa waktu lalu.

Perihal faktor yang meny­ebabkan bisnis properti lesu saat itu, menurut Asep, bukan daya beli masyarakat. Ia ber­pandangan, saat jumlah kasus Covid-19 tinggi, masyarakat khawatir beraktivitas di luar rumah. Pada saat bersamaan, kebanyakan pegawai perusa­haan properti bekerja dari rumah (work from home).

Baca Juga  Tren Mencari Rumah, Bekasi Naik Depok Anjlok

Kini, pengembang sudah mulai tancap gas. Salah satu­nya pengembang Millennium City, kawasan township selu­as 1.388 ha di Serpong, Tang­erang. Pengembang ini meng­gandeng sejumlah bank ya­kni Bank BRI, Bank BTN, Bank BCA, dan Panin Bank untuk fasilitas KPR konsumennya.

Pengembang telah menan­datangani akta jual beli (AJB) kepada 400 lebih pembeli, dari 600 lebih konsumen yang sudah menerima unit rumah yang dipesan.

”Rata-rata seratus unit rumah kami AJB-kan setiap bulannya sejak awal 2022,” jelas Direk­tur Millennium City Jason Tan katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/6).

Jason Tan menambahkan, serah terima unit rumah sudah mulai dilakukan di awal 2021 awal dan proses AJB sudah bisa dilakukan pada 2022. Jadi, hanya satu tahun dari serah terima sudah bisa pecah sertifikat dan AJB.

Baca Juga  Pakai Mobile Apps, Dapatkan Harga Spesial

Hunian ini Tol Lingkar Luar Jakarta (JOOR 2) serta dekat dengan tiga stasiun KRL Com­muter Line membuat akses dari dan menuju Millennium City sangat baik. Kawasan ini juga akan dikembangkan tiga pusat bisnis baru masing-ma­sing seluas 50 ha untuk CBD utama, 30 ha CBD 2 dan 25 ha CBD 3. Hunian ini dibanderol mulai dari harga Rp300 jutaan.

”Sebagai pengembang dengan proyek kota baru yang baru berusia 4 tahun, Millen­nium City kami kembangkan harus lebih baik dari proyek kota baru sebelumnya yang sudah mulai dikembangkan sejak 1980. Kami menyediakan dan menyempurnakan fasi­litas yang dibutuhkan,” sam­bung Ismet Natakarmana, konsultan yang ditunjuk ikut membantu pemasaran unit rumah di Millennium City. (dtk/eka/run)

Baca Juga  Pemerintah Dukung Pengembangan Sektor Properti, Menko Airlangga : Demi Menyediakan Hunian Layak buat Masyarakat  

Leave a Reply

Your email address will not be published.