PMII UIKA Genjot Kualitas Menulis Kader dengan Pelatihan Jurnalistik

by -

METROPOLITAN – Terus melakukan peningkatan kualitas kader, Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Ibn Khaldun Kota Bogor, menggelar pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan pada Senin (13/6), di Fakultas Agama Islam.

Ketua Komisariat PMII UIKA, M.Rizal Pratama menjelaskan, bahwa program kerja pelatihan jurnalistik ini sengaja dirumuskan guna meningkatkan soft skill menulis bagi para kader dan anggota, karena melihat kondisi hari ini, dimana hampir seluruh elemen masyarakat menjadikan internet sebagai sumber informasi.
“Diharapkan kader dan angoota PMII UIKA ini dapat mengisi ruang ruang tersebut,” ujarnya.

Program pelatihan jurnalistik kali ini dihadiri oleh 25 kader dan anggota PMII yang didalamnya termasuk para pimpinan rayon yang berada diliding sektor komisariat Universitas Ibnu Khaldun Bogor, dan juga sengaja mengundang pemateri yang ekpert di bidang ini yakni Ahmad Solehudin selaku Demisioner Wakil Ketua II PK PMII UIKA, agar para kader dan anggota dapat mudah mencerna materi tentang kejurnalistikan.

Didalam pemaparan materinya, Ahmad Solehudin mengatakan bahwa yang terpenting didalam sebuah produk jurnalistik apapun itu, baik itu berita, artikel opini, ataupun produk jurnalistik lainnya adalah kebenaran.

Baca Juga  Gilang Dilantik Tepat di Hari Lahir

“Seorang jurnalis dilarang untuk menyebarkan informasi yang melebih-lebihkan atau di kurang kurangin, semuanya harus sesuai dengan fakta dan realita yang terjadi dilapangan,” ujarnya

Sebagai warga pergerakan yang memiliki ideologi Ahlull Sunnah Waljamaah maka sudah seharusnya mengaplikasikan nilai-nilai yang tertuang didalamnya, karena melihat kondisi beberapa media hari ini, lebih mengedepankan kecepatan sehingga terkadang informasi yang disajikan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, PMII UIKA telah memiliki blog pribadi, dan berharap blog itu sebagai wadah bagi para kader dan anggota untuk belajar dan mengembangkan skill menulisnya.

“Selepas ini saya minta sebuah tulisan apapun itu bentuknya baik itu berita, artikel opini ataaupun yang lainnya, sehingga perkumpulan kita hari ini tidak hanya seremonial belaka, akan tetapi ada output yang dihasilkan,” lanjut Soleh.

Baca Juga  PBFC Bakal Langsung Mainkan Costa

Program kerja pelatihan jurnalistik ini mendapatkan respon baik bagi para kader dan anggota PMII, hal itu dibuktikan dengan keterangan Nabil. Menurutnya, meskipun tidak ada basic jurnalistik, menulis sudah menjadi kebutuhan dasar bagi seorang akademisi maupun organisatoris.

“Kondisi saat ini menulis adalah salah satu soft skill yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa, mendengar penjelasan yang disampaikan pemateri bisa disimpulkan jika menulis adalah media dakwah di era digital seperti saat ini,” beber Nabil.(*/eka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *