Polisi Cek Lokasi Penyerangan di Ciomas, Amankan Barang Bukti Sepeda Motor

by -

METROPOLITAN.id – Kasus penyerangan di Ciomas, Kabupaten Bogor, yang membuat tangan seorang pemuda harus diamputasi akibat sabetan senjata tajam tengah diselidiki polisi. Polsek Ciomas telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Kapolsek Ciomas, Kompol Yudi Kusyadi mengatakan, penyerangan yang terjadi pada Minggu (12/6) tersebut bermula dari aksi tawuran dua kelompok pemuda dari Gang Kosasih Bogor Selatan dengan Ciapus Desa Kota Batu.

Sebelumnya, dua kelompok tersebut bertemu di jalan dan tawuran tak terhindarkan.

Akibat kejadian tersebut, seorang pemuda warga Gang Kosasih menjadi korban. Ia mengalami luka bacok cukup serius tepat dibagian lengan tangan kanan.

“Korban berinisial MLNN, usia 20 tahun, pekerjaan pelajar. Keluarga korban bersama dengan kuasa hukumnya melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Ciomas,” ujar Yudi, Rabu (15/6).

Baca Juga  Wakil Bupati Bogor Datangi BPK, Ada Apa?

Usai itu, pihaknya langsung mendatangi TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga mengamankan berang bukti milik salah satu kelompok.

“Setelah menerima laporan kami mendatangi TKP serta meminta keterangan saksi-saksi dan mengamankan barang bukti kendaraan sepeda motor milik salah satu kelompok.” tandasnya.

Sebelumhya, seorang pemuda 20 tahun berinisial ML harus merelakan tangan sebelah kanannya diamputasi. Kondisi itu terjadi usai dirinya menjadi korban penyerangan orang tak dikenal di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Minggu (12/6) pagi.

Informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Kuasa hukum korban, M. Mulyono mengatakan, awalnya, korban hendak membeli rokok bersama temannya dengan mengendarai sepeda amotor. Saat itu, korban duduk di belakang atau dibonceng.

Baca Juga  Nggak Ada Anggaran, Pemkot Bogor Ngebet Garap Kelanjutan Proyek R3

“Jadi aebenernya waktu itu dari jam 3 pagi ada suara rame geber-geber (motor), kurang lebih 30-an di sekitar kampung situ,” ujar Mulyono, Selasa (14/6).

Tak lama kemudian, sejumlah warga keluar untuk melihat kondisi tersebut dan mencoba mengusir sekelompok orang yang dinilai meresahkan.

“Pas ada yang geber-geber gitu, beberapa warga, anak muda, termasuk korban keluar melihat. Nah pas setengah 5 korban mau beli rokok kena sabetan (senjata tajam). Warga sama pemuda situ sudah melakukan perlawanan degan benda-benda yang ada,” ungkapnya.

Korban yang mendapat luka sabetan senjata tajam di bagian tangannya langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, luka parah yang dialami membuat tangan korban harus diamputasi pada Senin (13/6).

“Korban ini pas kena (sabetan senjata tajam) langsung teriak ‘aduh tangan saya,tangan saya,’ temennya di belakang denger geng motor itu sudah lari. Akhirnya temannya menghampiri dan kaget tanganya sudah becucuran darah. Karena urat arterinya sudah dipastikan dokter tidak bekerja normal, jadi satu-satu solusi diamputasi. Sekarang masih di rumah sakit,” beber Mulyono.

Baca Juga  Jejak Harimau Sumatera Kembali Muncul di Kampar Riau

Menurutnya, hingga saat ini, belum jelas apa motif dari penyerangan sekelompok orang takndikenal tersebut. Kini, kasusnya sudah dilaporkan ke Polsek Ciomas.

“Entah geng itu punya masalah sama siapa jadi yang ada di luar itu dianggap musuh. Makanya dia geber-geber, warga keluar ngelihat akhirnya dilawan juga dengan alat seadanya pada saat itu. Semalam kami sudah buat laporan ke Polsek Ciomas, sudah diterima dan semalam dibuatkan untuk visum,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.