Polisi di Kota Bogor bakal Gelar Razia Besar-besaran, Incar Pengendara Nakal hingga Rojali

by -

Polresta Bogor Kota secara resmi mulai menggelar Operasi Patuh 2022 pada Senin (13/6). Razia besar-besaran yang digelar dua pekan hingga Minggu (26/6) itu akan menyasar pengendara nakal hingga rombongan jamaah liar (rojali).

DALAM Operasi Patuh 2022, polisi tak segan menindak para pelanggar lalu lintas berupa tilang. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Su­satyo Purnomo Condro, mengatakan, Operasi Patuh 2022 bakal dilakukan 14 hari ke depan di Kota Bogor.

“Sasaran utamanya untuk menanamkan kesadaran disiplin berlalu lintas serta menekan tingkat fatalitas kecelakaan,” kata Susatyo usai Apel Gabungan Ope­rasi Patuh 2022, Senin (13/6).

Salah satu yang menjadi sasaran Operasi Patuh 2022, selain pelanggaran secara kasat mata, juga pengen­dara yang kerap melawan arus lalu lintas. “Jadi, setiap hari kita menindak pelang­gar yang melawan arus lalu lintas. Ini tentu sangat ber­bahaya,” ujarnya.

Baca Juga  Hanya Dua Jam, 340 Pelanggar Kena Tilang

Kedua, sambung Susatyo, petugas akan memprioritas­kan penindakan kepada rombongan jamaah liar (ro­jali) yang kerap menyetop kendaraan di pinggir jalan. “Bahkan, rojali ini kerap membuat konten di pinggir jalan, selfi dan sebagainya yang tentunya sangat mem­bahayakan,” katanya.

Berdasarkan data Polresta Bogor Kota, selama kurun waktu 2022, jumlah pelang­gar lalu lintas di Kota Bogor terus meningkat.

Pada Januari, jumlah pe­langgar yang ditilang seba­nyak 1.175 pengendara, Februari 2.217 pengendara dan Maret jumlah pengen­dara yang ditilang relatif menurun yakni 2.039 pengen­dara.

“Dua bulan berikutnya kembali naik pada April dan Mei. Jumlah pelanggar bulan April sebanyak 3.638 pengen­dara dan Mei 3.189 pengen­dara,” paparnya.

Sedangkan berdasarkan jenis penindakan pelang­garan, sebanyak 128 pengen­dara terpaksa ditindak ka­rena menggunakan ponsel saat berkendara, 432 pengen­dara masuk kategori di bawah umur dan 275 pengendara berboncengan lebih dari satu orang. Lalu, sebanyak 2.679 pengendara ditindak karena tidak mengenakan helm dan sabuk pengaman untuk kendaraan roda empat.

Baca Juga  Banyak Pemotor Tantang Maut di Cileungsi

“Sebanyak 3.355 pengen­dara kedapatan melawan arus,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta petugas di lapangan memberikan sanksi tegas terhadap pengendara yang masih melawan arus lalu lintas. Selain membahayakan pengendara lain, juga kerap menimbulkan kemacetan. “Kita tahu Kota Bogor itu menjadi destinasi wisata, sehingga kalau sudah ada yang melawan arus dalam situasi yang padat tentunya itu sangat membahayakan,” ujarnya. “Kita tekankan ke­pada semuanya dan me­minta dukungan masyarakat untuk bisa disiplin dalam berlalu lintas,” sambungnya.

Sementara itu, Polresta Bogor Kota, Kompol Galih Apria, mengatakan, jajaran Satlantas Polresta Bogor Kota meniadakan peninda­kan tilang selama pandemi. Hal itu terlihat dari data yang menunjukkan petugas di lapangan mengutamakan teguran dan imbauan kea­manan dan keselamatan, termasuk mengingatkan agar menaati protokol kesehatan.

Baca Juga  Razia di Dua Lokasi, Polsek Babakanmadang Jaring 42 Pelanggar

“Pada 2021 kita meniadakan sanksi tilang. Akan tetapi, kita mengutamakan teguran kepada 7.601 pengendara dan imbauan keamaan dan keselamatan sebanyak 17.94 serta Turjawali sebanyak 8.863 pengendara,” tandasnya. (rez/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.