Pria di Bogor Disiksa, Disekap, hingga Ditembaki, Polisi Amankan 1 Pelaku

by -

METROPOLITAN.id – Kasus penyiksaan, penyekapan, hingga penembakan yang dialami salah seorang warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, perlahan mulai terungkap. Tim Satuan Reskrim Polres Bogor dan Polsek Cileungsi berhasil mengamankan satu pelaku yang diduga turut serta menyiksa korban.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin didampingi Kapolsek Cileungsi Kompol Andry Fran Ferdyawan saat rilis pengungkapan kasus di halaman Mapolsek Cileungsi, Jumat (17/6) sore.

“Kami dari jajaran Polres Bogor, Polsek Cileungsi, Satreskrim, berhasil melakukan pengungkapan terhadap dugaan tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP,” ujar Iman.

Menurutnya, kasus ini bermula dari sejumlah orang yang ingin menagih hutang kepada kakak korban. Namun pelaku hanya mendapati sang adik di kediamannya sehingga terjadilah tindak pidana kekerasan secara bersama-sama.

“Berawal dari kejadian dimana para pelaku ini akan menagih hutang kepada kakaknya korban, kemudian di rumah ada korban, di situ dilakukan penganiayaan secara bersama-sama. Salah satunya dengan menggunakan airsoft gun, ini mirip senjata api, tapi ini airsoft gun dan dari penyidik sudah melakukan penyitaan terhadap barang bukti yang digunakan oleh pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga  Lima Hari Dikebumikan, Kuburan Lina Dibongkar Polisi

Satu pelaku yang berhasil diamankan diketahui berinisial ML. Pelaku terancam Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

“Sebagaimana kita ketahui, beberapa hari sebelumnya korban juga sempat memberikan satu keterangan di salah satu media dan saat itu juga kami sedang melakukan proses penyidikan terhadap perkara dimaksud. Kemudian tim dari Polsek Cileungsi dan Satreskrim sudah berhasil menangkap tersangka dan saat ini sedang dalam proses penyidikan dari tim Reskrim Polsek Cileungsi,” tandas Iman.

Sebelumnya, seorang warga asal Cileungsi, Kabupaten Bogor berinisial FZ (29) mengaku menjadi korban penganiayaan sejumlah orang hingga disekap dan ditembaki dengan senjata airsoft gun.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada akhir Mei lalu. Saat itu, dini hari sekira pukul 03.30 WIB, korban sedang tidur bersama anak istrinya.

Baca Juga  sambut raja salman ribuan pelajar di kerahkan

Secara tiba-tiba, datang empat orang masuk ke rumahnya dengan mendobrak pintu. Mereka langsung menuju kamar tempat korban tidur.

Di kamar itu, korban langsung dipukuli dan dihantam menggunakan kipas angin yang masih menyala.

Tak sampai di situ, korban lalu didorong ke lemarin hingga lemarinya hancur. Pelaku juga langsung menembaki korban menggunakan pistol yang diduga jenis airsoft gun sebanyak tiga kali.

“Saya lagi posisi tidur sama istri sama anak, tiba-tiba ada 4 orang masuk ke kamar terus naik ke kasur. Saya dipukuli sambil mengeluarkan kata-kata kasar, dipukul juga sama kipas angin, terus saya didorong ke lemari sampe pecah lemarinya. Habis itu ditembaki, 3 kali ditembak si bagian lengan tangan kanan, punggung, pinggang,” ujar korban, Kamis (16/6).

Setelah tak berdaya, korban diseret puluhan meter ke luar rumah. Di depan rumah, korban mengaku kembali disiksa sebelum akhirnya dibawa dengan tangan terborgol dan mata tertutup menggunakan mobil.

Seingat korban, ia dibawa ke daerah Jakarta Timur. Saat dalam perjalanan, ia sempat akan dibuang dari atas jembatan layang di daerah Cibubur. Namun niat itu diurungkan para pelaku.

Baca Juga  AS Kerahkan Drone Penyerang Ke Korea Selatan

“Saya diseret sampe keluar rumah terus diborgol. Sampe di depan rumah saya dihajar lagi, ada sekitar setengah jam. Saya diborgol, dibawa mobil karimun warna hitam sampe daerah Jakarta Timur.

“Sempat mau dibuang juga di Cibubur di jembatan layang,” ungkapnya.

Setibanya di Jakarta Timur, korban langsung di sekap di salah satu tempat yang mirip pergudangan. Saat disekap, beberapa orang ada yang berjaga. Beruntung, dirinya bisa kabur dan kembali hingga ke rumah.

Polsek Cileungsi selanjutnya langsung melakukan penyelidikan usai korban membuat laporan.

“Ketika pelapor datang, langsung anggota kami dari Polsek Cileungsi ke TKP, kemudian olah TKP. Korban juga dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan sekaligus visum dan langsung kami lakukan penyelidikan,” terang Andry. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *