Resepsi Pernikahan di Bogor Sudah Boleh 100 Persen, PTM Masih Terbatas

by -
Ilustrasi resepsi pernikahan

METROPOLITAN.id – Kabupaten Bogor kini memasuki Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Sejumlah aturan mulai dilonggarkan termasuk acara resepsi pernikahan yang boleh digelar 100 persen.

Aturan tersebut berlaku mulai 7 Juni hingga 4 Juli 2022. Status Level 1 ini menjadi yang pertama kali bagi Kabupatan Bogor.

Aturan mengenai level PPKM tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 29 tahun 2022.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, Pemkab Bogor juga sudah mengeluarkan aturannya lewat Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/181/Kpts/Per-UU/2022.

Beberapa pelonggaran aturan diberlakukan di sejumlah sektor, seperti pendidikan, perkantoran, hingga tempat publik.

pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan 100 persen dari kapasitas ruangan.

Sementara untuk sektor pendidikan, pelaksanaan pembelajaran masih belum menerapkan sistem tatap muka sepenuhnya alias masih terbatas.

Pembelajaraan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka (PTM) dengan terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga  Ketua DPRD Ingatkan 3 Potensi yang Dimiliki Bogor

Sementara untuk perkantoran, baik sektor esensial maupun non-esensial, bisa kembali menerapkan work from office (WFO) 100 persen.

Namun, sektor non-esensial yang ingin menerapkan WFO 100 persen pegawainya harus sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk.

Selanjutnya, pasar rakyat dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 100 persen. Selain itu, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan yang sejenisnya juga diizinkan buka dengan protokol Kesehatan yang pengaturan teknisnya diatur Pemerintah Daerah.

Untuk warung makan, restoran hingga kafe, boleh beroperasi dengan kapasitas 100 persen hingga pukul 22.00 waktu setempat. Sementara restoran atau kafe yang beroperasi pada malam hari bisa melayani pelanggan sejak pukul 18.00 hingga 02.00 dini hari.

Baca Juga  Pemkab Bogor Peringati Maulid Nabi Sekaligus Pembagian Hadiah Lomba Nadzom Alfiyah

Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan juga dibuka dengan kapasitas maksimal 100 persen hingga pukul 22.00.

Aturan tersebut juga berlaku untuk bioskop, fasilitas publik, transportasi umum, hingga pusat kebugaran dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Meski ada pelonggaran, masyarakat yang ingin masuk area publik tetap wajib memakai masker dan menjaga protokol kesehatan serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Hanya pengunjung dengan kategori jijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan.

Sementara anak usia dibawah 12 tahun, wajib didampingi orang tua. Khusus anak usia 6 tahun hingga 12 tahun, wajib menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama.

Selanjutnya, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 100 persen. Tentunya, dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat. Selain itu, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan.

Baca Juga  25 Persen PNS di Bogor Boleh Kerja dari Rumah, Sisanya Tetap Ngantor

Meski demikian, Iwan meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, pelonggaran penggunaan masker hanya berlaku di area umum terbuka yang tidak padat pengunjung.

“Kalau masyarakat memasuki kawasan publik dalam ruangan dan transportasi publik, masih wajib menggunakan masker ya. Protokol kesehatan juga tetap harus kita peehatikan,” pesannya.

Dengan pelonggaran tersebut, Iwan juga berharap sektor ekonomi, khususnya di Kabupaten Bogor dapat bergeliat kembali.

“Mudah-mudahan dengan situasi pandemi yang sudah mulai melandai, ditambah kebijakan pemerintab pusat yang membuka ruang untuk kegiatan masyarakat secara normal, itu akan berimplikasi pada ekonomi yang bergeliat kembali,” tandas Iwan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.