Satgas BLBI Sita Aset, 1.000 Pekerja Bogor Raya Takut Kehilangan Pekerjaan

by -

METROPOLITAN.id – Sebanyak 1.000 pekerja Bogor Raya akan terdampak akibat penyitaan aset Bogor Raya berupa hotel dan lapangan golf. Sebagian besar pekerja merasa takut akan kehilangan pekerjaan.

Aksi pemasangan papan penyitaan oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) di Kawasan Bogor Raya Development di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu, (22/6/2022) tidak urung menimbulkan keresahan ratusan karyawan yang bekerja di Bogor Raya Golf.

Yus Abdul Razak misalnya, satuan pengamanan (Satpam) yang telah bekerja selama 26 tahun merasa Bogor Raya Golf adalah “rumahnya”. Sejak dirinya masih perjaka hingga sekarang memiliki cucu, dirinya telah bekerja sebagai petugas pengamanan. Banyak teman dan kerabatnya juga bekerja di Bogor Raya Golf.

“Saya merasa sedih dan takut kehilangan pekerjaan karena adanya pemasangan papan penyitaan di banyak tempat di Kawasan Bogor Raya Development, terutama di lapangan golf. Saya orang kecil yang tidak paham dengan masalah hukum tetapi harusnya kan nasib orang kecil seperti saya tidak dikorbankan,” ujar Yus

Senada dengan Yuz, Arief Rahman yang memiliki keahlian memasak dan telah bekerja hampir 14 tahun sebagai chef di Bogor Raya Golf juga mengaku kecewa dan sedih bila tempat kerjanya nanti hilang.

“Bekerja selama 11 tahun menjadi chef dan kembali bekerja lagi usai pandemi menurun di perusahaan yang membuat saya nyaman. Semoga saja permasalahan ini mendapat penyelesaian yang terbaik untuk kami sebagai pekerja,”ungkap Arif.

Dari sekitar 1.000 pekerja di Bogor Raya Golf, hampir sebagian besar bekerja sebagai caddy, bagian pemeliharaan lapangan golf, satuan pengamanan, administrasi bahkan juru masak.

Jika dihitung setiap karyawan “menghidupi” istri atau suami, dua anak dan empat orang tua maka ada 3.500 jiwa yang mengandalkan kehidupan dari lapangan golf.

Kuasa Hukum Bogor Raya Development Leonard Arpan Aritonang

Kuasa Hukum Bogor Raya Development Leonard Arpan Aritonang menuturkan, aksi pemasangan papan penyitaan oleh Satgas BLBI di hari ini saja “membatalkan” ratusan pemesanan bermain golf karena operasional kegiatan terganggu.

Sejak pandemik Covid-19 menunjukkan tendensi penurunan, minat bermain golf relative meningkat. Dengan luasan lapangan golf mencapai 72 hektar dengan 18 hole dan 71 par, kehadiran Bogor Raya Golf sangat berdampak pada kehidupan warga sekitar.

“Tidak itu saja, setoran pajak kepada negara dari Bogor Raya Golf juga terbilang besar,” papar Leonard.

Kata dia, pemasangan papan penyitaan oleh Satgas BLBI di Kawasan Bogor Raya Development sendiri janggal mengingat objek yang disasar Satgas “salah alamat”. Satgas BLBI menganggap Bogor Raya Development adalah terkait dengan kepemilikan salah satu obligor BLBI.

Sementara kepemilikan Bogor Raya Development sudah berpindah tangan ke pemilik lain secara sah.

“Kami pastikan Bogor Raya Development tidak terafiliasi dengan Bank Asia Pasific dan dalam daftar nama tidak ada Harjono (obligator),” katanya.

kata dia, saat ini, perusahaan akan melakukan pembelaan dengan menggugat keputusan penyitaan itu ke PTUN Jakarta.

“Kita pelajari dulu dan segera kita buat pembelaan. Dalam hal ini, kami juga membela para pekerja di sini,” tambah Leonard.(eka)

Leave a Reply

Your email address will not be published.