Sawah Gagal Panen Akibat Banjir Bandang Bakal Diganti Rp6 Juta per Hektare

by -

METROPOLITAN.id – Sawah warga yang gagal panen akibat terdampak banjir bandang di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan, Kabupaten Bogor bakal mendapat ganti rugi.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, ganti rugi tersebut sesuai asuransi pertanian. Nantinya, tiap petani mendapatkan ganti rugi Rp6 juta per hektare jika gagal panen.

“Per hektarenya itu Rp6 juta bagi sawah yang gagal panen, sesuai asuransi,” ujar Iwan usai mengunjungi lokasi banjir bandang dan longsor di Leuwiliang dan Pamijahan, Senin (27/6).

Menurutnya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor masih melakukan pendataan. Sejauh ini, diperkirakan ada 15 hektare lebih sawah warga yang terdampak bencana yang terjadi pada Rabu (22/6) lalu.

Baca Juga  Waspada, Akun Facebook Palsu Bupati Bogor Berseliweran

“Yang asuransi pertanian, Distanhotbun juga mulai mendata, kurang lebih ada di atas 15 hektare. Pendataan masih terus berjalan,” ungkapnya.

Di samping itu, Iwan juga tengah mendorong agar ada bantuan untuk pembudidaya ikan. Sebab di Desa Cianten, Pamijahan, banyak petani ikan yang terdampak banjir bandang sehingga ikan-ikannya mati dan hanyut.

“Untuk sawah memang ada asuransinya ya, kalau ikan tidak ada asuransi. Cuma saya minta Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) juga untuk mendata peternak ikan yang terdampak untuk didorong agar ada bantuan, misal benih, kita juga kan ada balai benih,” terang Iwan. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.