Sekolah di Bogor Dibobol Maling, 3 Penjaga Disekap dengan Kaki dan Tangan Terikat

by -

METROPOLITAN.id – Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 16 Kota Bogor menjadi sasaran pencurian pada Rabu (29/6) dini hari. Dalam aksi pencurian itu, tiga orang penjaga sekolah turut disekap oleh kawanan para maling.

Informasi dihimpun, kejadian ini sendiri terjadi sekitar pukul 02:10 WIB. Di mana, saat kejadian diketahui ada empat orang, baik penjaga keamanan hingga office boy yang sedang berada di dalam lingkungan sekolah.

“Kejadiannya sekitar jam 2 lewat 10 menitan. Karena jam 2an itu saya masih patroli di luar,” kata penjaga keamanan yang merupakan korban penyekapan, Muhamad dahlan (51)

Menurutnya, tidak ada hal mencurigakan saat ia berpartoli di luar halaman sekolah. Akan tetapi, saat ia tengah beristirahat di ruang tunggu sekolah, tiba-tiba ada gerombolan orang tak dikenal masuk lalu mengacungkan golok ke lehernya.

“Saya taunya itu pas kepala saya diputer sambil diangkat hingga dilakban oleh pelaku,” ucap pria berperawakan kurus itu.

“Sepintas saya melihat ada 4 orang dibelakang saya. Cuma wajahnya tidak jelas, pakai penutup mata, kondisi lampu disini juga dimatiin, jadi gelap lah,” sambungnya.

Dijelaskannya, keempat orang itu memiliki peran berbeda. Pelaku pertama bertugas melakban mulutnya. Pelaku kedua menempelkan senjata tajam (sajam) diduga golok ke leher bagian kirinya.

Kemudian, pelaku ketiga menarik kedua tangannya lalu mengikat dengan tali. Terakhir, pelaku keempat mengikat kedua kakinya dengan tali.

Setelah mengikat dirinya, diakui Dahlan, para pelaku ini kemudian mengikat kedua rekannya yang berada tidak jauh dari lokasi ia disekap, yakni Maulana dan Ivan.

Baca Juga  Perang Klakson Warnai Aksi Demo Mahasiswa di Istana Bogor

“Kalau Maulana (office boy) itu posisinya ada di ruang kelas dekat ruang tunggu sekolah. Kalau Ivan (penjaga keamanan) yang terakhir diikat, dia ada di sebrang saya, cuma dia posisinya lagi tidur di bawah,” imbuh dia.

“Kalau Unang (penjaga keamanan) dia selamat (tidak sampai disekap), dia posisinya lagi tidur dibelakang, jadi gak ketauan,” lanjutnya.

“Saya tau temen-temen lagi diikat itu dari pelaku yang duduk nungguin disebelah saya. Orang itu bilang ‘tuh temen-temen kamu juga lagi diikat’. Tapi saya tidak bisa melihat, karena gerak juga gak bisa, karena kuat ikatannya itu,” bebernya.

Selang beberapa menit kemudian, dituturkan Dahlan, suara langkah para pelaku ini terdengar menghampiri posisinya, yang berada dekat dengan pintu masuk sekolah. Kemudian, sekitar selang 10 menit selanjutnya, tidak terdengar suara lagi alias sunyi.

“Pas kondisi sepi itu saya berpikir mungkin para pelaku ini sudah pada keluar semua. Terus saya berusaha untuk melepaskan diri, minimal ikatan lakban di mulut bisa terlepas dan saya bisa teriak minta tolong,” tutur dia.

“Saya coba lepasin ikatan lakban di mulut dengan cara meludah-ludah agar tidak lengket lah lakbannya dan bisa terbuka sambil mulut saya digerak-gerakin,” lanjutnya.

“Kalau kaki dan tangan susah, sangat kenceng banget ikatannya itu, digerakin juga sampai sakit, kaki dan tangan saya berasa panas, sudah serba salah dan tidak bisa digerakin ditambah sakit,” ungkapnya.

Baca Juga  Selebrasi HUT bank bjb ke-61 Tahun, Gelar Rangkaian Kegiatan Kola6orAks1

Usaha Dahlan meludah-ludah agar ikatan lakban yang dimulutnya longgar pun berbuah hasil. Ikatan lakban di mulutnya melonggar dan suaranya pun bisa terdengar secara jelas.

“Terus saya minta tolong-tolong, tapi tidak ada tanggapan, perkiraan itu jam 3an, sampai jam setengah 6 baru ada suara dari temen saya Pak Iping (Ivan),” kata dia.

“Terus kita saling bicara, saya bilang ke Pak Iping bisa ga keluar sekolah karena pintu itu kan terbuka, gimana caranya biar bisa terdengar minta tolong ke tetangga sebelah atau adalah yang melihat kita sedang minta bantuan,” lanjutnya.

Entah bagaimana, dilanjut Dahlan, Ivan ini bisa keluar dari ruang tunggu ke luar halaman depan sekolah yang langsung berhadapan dengan jalan raya. Kemudian, Ivan berteriak meminta pertolongan ke warga sekitar.

“Pak Iping ini gak tau gimana caranya, mungkin guling-guling akhirnya bisa sampai keluar ruangan tadi disekap lalu teriak minta tolong,” bebernya.

“Baru lah yang disebrang, tetangga tukang nasi uduk itu denger dan membukakan ikatan kita bertiga. Alhamdulillahnya ada yang nolong walaupun sudah agak siangan sekitar mau jam 6an,” lanjut dia.

Tak berselang lama, sambung Dahlan, Kepala SMPN 16 Kota Bogor beserta para guru hingga istrinya datang ke sekolahan.

“Jadi si ibu warung ini kebetulan punya nomor guru disini lalu ngasih tau kejadian yang terjadi dan diteruskan ke kepala sekolah,” imbuhnya.

Baca Juga  Lantik Lurah Baru, Wali Kota : Jangan Sampai Ada Ruang Publik di Kota Bogor 'Dibajak'!

Sementara, kasus pencurian ini sendiri baru dilaporkan ke aparat kepolisian pada Kamis (30/6).

“Baru dilaporkan hari ini, tadi pagi laporan dan baru selesai sorenya,” kata Dahlan.

“Kalau yang dilaporkan kepala sekolah kehilangan itu ada laptop total 6 unit, diperkirakan sekitar Rp30 juta. Itu kerugian negara (sekolah),” sambungnya.

“Temen saya juga (Maulana) mengalami kerugian karena uang sebesar Rp1,5 juta beserta dua handphone miliknya dibawa para pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanahsareal, AKP Surya membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dalam aksi pencurian itu sebanyak tiga orang baik penjaga keamanan dan office boy diikat oleh para pelaku.

“Iya betul, ada yang diikat tiga orang. Satpam dua, satu OB,” kata AKP Surya kepada wartawan, Kamis (30/6).

“Tidak ada luka, dan sejauh ini kami sudah memeriksa saksi dari pihak sekolah, korban yang diikat kemudian dari kepala sekolah dan TU sudah diperiksa, kurang lebih lima orang,” sambungnya.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil CCTV yang ada, pelaku diketahui berjumlah lima orang. Akan tetapi, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan pihaknya.

“Pelaku yang terekam CCTV 5 orang, tapi gak jelas. Pelaku masih dalam penyelidikan,” ucapnya.

“Kemarin juga kami sudah menurunkan anjing pelacak, tetapi hasilnya gak maksimal,” ujar AKP Surya.

Adapun, ditambahkan Kapolsek, atas kejadian ini pihak sekolah mengalami kerugian berupa enam unit laptop, infokus, dua unit hp serta uang tunai senilai Rp1 juta. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.