Selain Bangun Jalan, Perlu Destinasi Wisata Baru untuk Mengurai Kemacetan Puncak Bogor

by -
Foto: Arifin/Metropolitan

METROPOLITAN.id – Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan berharap muncul destinasi-destinasi wisata baru di wilayah sekitar Puncak, Kabupaten Bogor. Hal ini diungkapkannya merespon wacana pemerintah pusat yang ingin membangun akses jalan tol Caringin – Cianjur.

Menurut Iwan, kepadatan di Jalur Puncak Bogor yang biasa terjadi diakibatkan karena tingginya animo masyarakat yang ingin berwisata ke kawasan Puncak.

Sehingga, selain membangun jalur, perlu didorong tumbuhnya destinasi-destinasi wisata baru agar masyarakat memiliki alternatif tempat wisata.

“Kalau harapan saya, bukan hanya dibangun (Tol Caringin – Cianjur), tapi ada destinasi baru di sekitar sana (Caringin, Cijeruk, Cigombong). Macet ini kan salah satu sebabnya masyarakat ingin berwisata, jadi untuk mengurainya harus ada tempat-tempat wisata baru di wilayah sekitar,” ujar Iwan usai meresmikan gedung pelayanan bedah saraf RSUD Cibinong, Senin (6/6).

Baca Juga  Perekaman KTP-el di Sukabumi Raih Pujian Mendagri

Dengan demikian, Iwan meyakini kepadatan di jalur Puncak bisa berkurang. Pembangunan jalan dan tumbuhnya wisata baru juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Sebetulnya (kepadataan kendaraan) bukan orang mau ke Cianjur kemudian lewat Bogor, tapi orang ke Puncak itu mau wisata. Mungkin kalau dibuka akses jalan Caringin – Cianjur untuk jalan tol, untuk mengurai macet juga harus ada destinasi-destinasi wisata di jalur itu. Saya si positifnya harus ada nilai ekonominya untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) berencana membangun shortcut atau Ruas Jalan Tol Caringin – Cianjur. Tujuannya, mengurangi kemacetan di Jalur Puncak Bogor.

Baca Juga  Pemulihan Pengaliran PDAM Tergantung Curah Hujan

Rencana tersebut diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi saat meninjau pintu Tol Caringin, Bogor-Cianjur – Sukabumi (Bocimi) bersama Direktorat Jenderal Kemen-PUPR, beberapa waktu lalu.

Pembangunan ini direncanakan dimulai tahun 2023 dengan membuat studi kelayakan atau feasibility study (FS). Di tahun berikutnya, 2024, rencana tersebut akan dilanjut dengan pembuatan detail engineering design (DED). (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.