Sempat Terdengar Suara Rintihan, Ini Kesaksian Warga Soal Korban Begal yang Dibuang dengan Mata dan Mulut Dilakban

by -

METROPOLITAN.id – Samsudin tak pernah menyangka menemukan sesosok pria dengan mata dan mulut dilakban serta tangan dan kaki terikat. Warga Desa Pabuaran, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor itu mengaku sempat mendengar suara seperti orang merintih.

Suara yang didengarnya begitu samar. Saat itu, pria 54 tahun ini hendak pulang usai bekerja. Ia pun langsung mencari darimana sumber suara tersebut.

“Saat itu saya mau pulang ke rumah habis jaga di pabrik dan mendengar suara nggak jauh dari warung kosong,” kata Samsudin, Kamis (30/6).

Setelah ditelusuri, Samsudin kaget bukan main. Sesosok pria mengenakan kemeja hijau lengan panjang dengan celana abu-abu nampak telungkup tak berdaya di bawah sebuah bale di warung kosong di Kampung Citereup, Desa Pabuaran.

Baca Juga  Sebulan Pasok 750 Ton Gabah Kering Siap Giling

Ia pun langsung melaporkan temuan tersebut ke RT setempat dan langsung diteruskan ke Polsek Gunungsindur.

“Mungkin dia minta tolong ya, cuma karena mulutnya ketutup lakban, suaranya seperti merintih. Kaki dan tangan juga diikat ke belakang,” ungkapnya.

Sebelumnya, seorang pria ditemukan dengan kondisi mata dan mulut dilakban serta tangan dan kaki terikat di Kampung Citereup, Desa Pabuaran Kecamatan Gunungsindur, Rabu (29/6).

Pria yang diketahui merupakan sopir truk pembawa gula tersebut diduga korban pencurian lalu dibuang.

Kanit Reskrim Polsek Gunungsindur, AKP Suharto menjelaskan kronologi penemuan sesosok pria dengan mata dan mulut dilakban serta tangan dan kaki terikat di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Camat Turun Langsung ke TPS

Menurut Suharto, korban ditemukan pada Rabu (29/6) di bawah sebuah bale di depan bangunan kosong. Ia menduga pria yang diketahui sebagai sopir pengangkut gula tersebut merupakan korban kejahatan.

Dari keterangan yang ia terima, kejadian bermula saat sang sopir sedang beristirahat di pinggir Tol Cikupa, Tangerang.

Saat itu, korban sedang menunggu teman-temannya sesama sopir truk untuk jalan beriringan ke Tanjungpriok.

“Jadi sopir tersebut sedang istirahat di Cikupa menunggu temannya untuk konvoi ke Tanjungpriok,” ujar Suharto, Rabu (29/6).

Namun beberapa saat kemudian, gerombolan pencuri turun dari mobil dan menghampirinya.

Keterangan korban, pelaku pembegalan berjumlah enam orang. Korban pun langsung diikat dan dilakban. Korban juga diduga disekap terlebih dulu.

Baca Juga  Pembangunan Terminal Parung Kembali Molor

Setelah itu, korban selanjutnya dibawa ke Gunungsindur dan dibuang di Kampung Citereup, Gunungsindur.

“Korban sempat disekap di kabin belakang dari pukul 02.00 dini hari. Kami pun langsung koordinasi dengan pihak Polsek Cikupa, karena TKP di sana, hanya lokasi pembuangan berada di Gunungsindur,” pungkasnya. (mul/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.