Suamiku Lebih Sayang Keponakan Daripada Anaknya Sendiri

by -

Suamiku Lebih Sayang Keponakan Daripada Anaknya Sendiri

Aku sudah menikah dan memiliki balita laki-laki berusia 18 bulan. Sekarang kami tinggal di rumah orang tuaku karena aku seorang ibu pekerja. Aku menghabiskan hampir seluruh waktu di kantor. Kadang sampai pulang malam dan terpaksa lembur saat weekend.

AKU selalu berprinsip jika ada waktu sedikit saja, kami harus liburan bersama anak. Walaupun sekadar belanja ke supermarket.

Tapi suami selalu ogah-ogahan diajak keluar rumah. Dia lebih memilih untuk main game sampai larut malam. Jika diganggu, dia pasti ngamuk. Sekalipun anak kami yang mengganggunya.

Suami nggak pernah menyisihkan uang sepeserpun untuk membelikan anak kami sesuatu. Meskipun hanya camilan atau mainan seharga Rp10 ribu. Tapi dia sering membelikan makanan untuk keponakannya yang bahkan harganya lumayan mahal.

Aku pikir suami nggak mau diajak jalan karena lelah bekerja. Tapi dia enggak pernah menolak jika diajak keponakannya jalan-jalan. Dia hanya membawa keponakannya jalan-jalan sekalipun anak kami menangis tersedu-sedu minta ikut. Aku merasa suami sudah pilih kasih dan lebih sayang dengan keponakan ketimbang anaknya sendiri.

Hatiku selalu sakit jika lagi-lagi suami membedakan antara anak dan keponakannya. Dia selalu bersikap baik dan lembut kepada keponakan. Tapi sering marah-marah kepada anak sendiri. Dia juga sering berkata kasar kepadaku. Apakah perbuatannya sudah termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)? Aku bingung harus bagaimana? (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.