Tak Gentar Digugat, Satgas BLBI Siap Adu Argumen di Jalur Hukum

by -

METROPOLITAN.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa Satgas Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI tak gentar jika ada gugatan usai menyita sejumlah aset.

Mahfud MD menyadari akan ada protes dan gugatan setelah melakukan penyitaan sejumlah aset. Namun, ia memastikan Satgas BLBI siap beradu argumen di jalur hukum.

Ia mengaku tak mau banyak berdebat soal penyitaan yang dilakukan. Mahfud MD juga mempersilakan mereka yang tidak puas untuk menempuh jalur hukum.

“Kita sudah 24 tahun membiarkan hutang dan selalu berhutang. Sekarang tidak mau berdebat, sita, kalau tidak puas ada jalur hukum. Ini berlarut-larut karena kita melayani berdebat, lalu kita mulai kehilangan banyak aset. Nanti debatnya debat hukum aja di forum yang tepat,” tegas Mahfud MD saat ikut dalam penyitaan aset obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (22/6).

Baca Juga  DPMPPA Buka Lomba Inovasi Teknologi

Sebelumnya, aset obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Sukaraja, Kabupaten Bogor disita. Penyitaan ini dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, Rabu (22/6).

Aset yang disita berupa lahan beserta dua hotel dan satu lapangan golf di Bogor Raya Golf.

Mahfud MD mengatakan, penyitaan aset Bogor Raya oleh Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI ini terkait obligor Bank Asia Pasific atas nama Setiawan Haryono-Hendrawan Haryono dan pihak-pihak lain yang terafiliasi.

Rincian aset yang disita berupa 89 hektare tanah berikut satu lapangan golf dan dua bangunan hotel bernama Novotel dan Ibis Style.

“Jika dirupiahkan aset tersebut nilainya mencapai Rp2 triliun,” ujar Mahfud MD.

Baca Juga  Alasan Raffi Ahmad Pilih Stadion Pakansari Bogor Jadi Homebase RANS FC

Meski disita, Mahfud MD menyebut jika aktivitas perekonomian di Bogor Raya Golf tetap berlanjut. Namun, pengelolaannya tak lagi dilakukan oleh PT Bogor Raya Development, melainkan oleh pemerintah melalui Satgas.

“PT Bogor Raya Development ini banyak kegiatan ekonomi kemasyarakatan, itu terus silakan beroperasi tetapi di bawah pengelolaan negara, tidak lagi PT Bogor Raya Development,” terangnya.

Penyitaan aset ini menambah perolehan Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI menjadi 22 juta meter persegi lahan yang jika dirupiahkan mencapai Rp22,6 triliun.

Mahfud MD berharap setelah penyitaan di Bogor ini Satgas BLBI melanjutkan langkah-langkah berikutnya agar pada 2023 mendatang semua sudah selesai.

“Bagi yang sekarang sudah dipanggil supaya menyiapkan diri dengan seluruh data yang tersedia, sehingga nanti kita melakukan eksekusi,” tandas Mahfud MD. (fin)

Baca Juga  Jalan Curugbitung Dianaktirikan Pemkab

Leave a Reply

Your email address will not be published.