Wabah PMK Ganggu Perekonomian Pedagang Hewan Ternak di Bogor

by -
ILUSTRASI: Sapi untuk kurban yang dijual pedagang di Cikaret, Kacamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. (Dok Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mewaspadai penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan. Terlebih wabah PMK ditemukan jelang peringatan Hari Raya Idul Adha, dimana banyak masyarakat yang akan menyembelih hewan qurban.

Pelbagai upaya pun telah dilakukan mulai dari membuka tujuh posko untuk memantau perkembangan kasus PMK hingga melakukan karantina kepada hewan yang terpapar PMK agar tidak menularkan kepada hewan lainnya.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, jika penemuan kasus PMK di Kabupaten Bogor ini merupakan persoalan serius. Terlebih ditemukannya menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha, bahkan hal tersebut menjadi atensi khusus dari pemerintah pusat.

“Sya instruksikan langsung melakukan isolasi terhadap hewan ternak yang terpapar PMK. Begitu juga pembukaan posko yang tersebar di wilayah Cibinong, Babakan Madang, Jonggol, Pamijahan, Laladon dan Jasinga,” kata Iwan.

Baca Juga  Antisipasi PMK Hewan, Camat Ontrog Lokasi Penjualan Ternak

Menurut Iwan, kasus PMK pada hewan akan sangat menganggu stabilitas ekonomi masyarakat terutama peternak dan penjual hewan menjelang Idul Adha. Ia menilai, penutupan aktivitas Pasar Hewan tersebut juga dilakukan agar geliat ekonomi bisa segera kembali berjalan.

“Saya mohon masyarakat, khususnya peternak dan penjual hewan ternak untuk dapat mematuhi arahan petugas Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor di lapangan dalam penanganan kasus PMK. Kita butuh kerja sama agar virus ini bisa cepat teratasi, agar kita bisa menyambut Idul Adha dengan tenang,” tegas Iwan.

Sebelumnya, 14 ekor sapi di lingkungan Pasar Hewan Jonggol yang terpapar PMK mulai membaik setelah diberikan obat.

Baca Juga  "Tak Akan Menikah di Jakarta" Dion Wiyoko

“Alhamdulillah, 14 ekor sapi yang sebelumnya positif terpapar PMK sudah membaik, mereka sudah mau makan dan tidak lemes lagi. Petugas UPT Puskeswan Jonggol atau wilayah II masih melakukan monitoring dan perawatan hingga dinyatakan sembuh,” kata Kabid Kesmavet Diskanak Kabupaten Bogor Prihartini.

Prihartini menuturkan walaupun 15 ekor sapi lainnya yang bergejala sudah dinyatakan negatif terpapar wabah PMK, jajarannya masih melakukan monitoring ke kandang-kandang hewan ternak.

“Kami terus memeriksa kandang atau lapak-lapak penampungan hewan ternak baik yang untuk konsumsi, aqiqah maupun keperluan qurban. Sampai saat ini, Alhamdulillah kami belum menemukan lagi hewan ternak yang terpapar wabah PMK,” ungkapnya. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.