Waduh, Netflix Cabut! Publik Nggak Bisa Lagi Akses Aplikasi dan Web

by -
ILUSTRASI. (ist)

METROPOLITAN.id – Konflik antara Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan berbuntut panjang. Salah satunya, publik di Rusia kini tidak lagi bisa mengakses tayangan di raksasa streaming, Netflix.

Musababnya, Netflix mengumumkan bahwa mereka kini menarik diri secara penuh dari Rusia karena konflik dengan Ukraina tak juga menemukan kata damai.

Dengan Netflix yang sepenuhnya hengkang dari Rusia, situs web dan aplikasi Netflix tidak lagi tersedia untuk diakses pelanggan di Rusia.
Juru bicara Netflix telah mengonfirmasi bahwa pelanggan tidak lagi memiliki akses ke platform streaming tersebut.

“Ini adalah pemenuhan penarikan dari pasar Rusia,” demikian pengumuman Netflix melanjutkan rencananya pada bulan Maret lalu.

Sebelumnya salah satu perusahaan besar asal Barat yang beroperasi di Rusia itu mengumumkan pada awal Maret bahwa mereka akan menarik diri dari Rusia setelah Moskow mengirim ribuan tentara ke Ukraina yang pro-Barat.

Baca Juga  Airlangga Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Dibentuk untuk Pemilu Presiden

Juru bicara Netflix mengatakan perusahaan akan menunggu sampai akhir siklus penagihan saat ini sebelum memutuskan pelanggan dan undur diri sepenuhnya dari pasar Negeri Beruang Merah itu.

Diketahui, Netflix adalah platform streaming terkemuka di dunia, dengan 221,8 juta pelanggan pada akhir tahun 2021. Di pasar Rusia, cakupan Netflix memang tidak besar.

Namun demikian, dikutip dari RTE, perusahaan mengatakan dalam suratnya pada April lalu kepada pemegang saham bahwa mereka telah kehilangan 700.000 pelanggan berbayar sebagai akibat dari penarikan dirinya dari Rusia.

Netflix juga menyalahkan penarikan itu sebagai penurunan global pertama yang menyebabkan penyusutan pelanggan dalam jumlah besar selama satu dekade terakhir.

Baca Juga  Kegiatan Demfarm Bantu Petani NTT Tingkatkan Produktivitas

Netflix juga merupakan salah satu dari sejumlah perusahaan asing yang telah mengumumkan penangguhan operasi atau penarikan langsung dari Rusia sejak peluncuran kampanye Moskow di Ukraina pada 24 Februari silam. (jp/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.