Warga Gunungsindur Sempat Takut Saat Temukan Korban Begal, Korban Diminta Lapor ke Tangerang

by -

METROPOLITAN.id – Penemuan sesosok pria dengan kondisi mata dan mulut dilakban serta tangan dan kaki terikat di Kampung Citereup, Desa Pabuaran Kecamatan Gunungsindur, Rabu (29/6) lalu sempat membuat geger warga.

Ketua RT 04/06 Kampung Citereup, Cecep Supriatna menceritakan, saat ditemukan, korban dalam kondisi terikat tangan dan kakinya. Mata dan mulutnya juga ditutup lakban.

Saat pertama kali ditemukan, tak ada warga yang berani untuk mengevakuasinya. Warga kemudian menunggu kepolisian setelah melapor untuk memastikan kondisi korban.

“Sejak awal penemuan kami tidak berani memegang, jadi menunggu pihak kepolisian datang ke lokasi,” ujarnya, Kamis (30/6).

Saat itu, pihaknya hanya memastikan apakah korban masih hidup atau tidak.

Baca Juga  Kompor Meledak di Gedung Balaikota

“Jangankan pegang mau kasih minum saja kita nggak berani, tapi setelah ada polisi baru diberikan pertolongan pertama karena kondisi korban sudah lemas,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunungsindur, Kompol Birman Simanullang mengatakan, setelah dievakuasi, pria yang diketahui berprofesi sebagai sopir pengangkut gila itu langsung ditangani pihaknya. Namun karena lokasi kejadian berada di Tangerang, korban diminta melapor ke polsek tempat kejadian.

“Setelah dilakukan evakuasi, korban sudah pulang untuk melanjutkan kasusnya di Tigaraksa. Karena di Gunungsindur hanya lokasi penemuan saja,” katanya.

Sebelumnya, seorang pria ditemukan dengan kondisi mata dan mulut dilakban serta tangan dan kaki terikat di Kampung Citereup, Desa Pabuaran Kecamatan Gunungsindur, Rabu (29/6).

Baca Juga  Benarkan Ada Anggotanya Berbuat Kasar Kepada Wanita Hamil, Ini yang Bakal Dilakukan Kasatpol PP

Pria yang diketahui merupakan sopir truk pembawa gula tersebut diduga korban pencurian lalu dibuang.

Kanit Reskrim Polsek Gunungsindur, AKP Suharto menjelaskan kronologi penemuan sesosok pria dengan mata dan mulut dilakban serta tangan dan kaki terikat di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Menurut Suharto, korban ditemukan pada Rabu (29/6) di bawah sebuah bale di depan bangunan kosong. Ia menduga pria yang diketahui sebagai sopir pengangkut gula tersebut merupakan korban kejahatan.

Dari keterangan yang ia terima, kejadian bermula saat sang sopir sedang beristirahat di pinggir Tol Cikupa, Tangerang.

Saat itu, korban sedang menunggu teman-temannya sesama sopir truk untuk jalan beriringan ke Tanjungpriok.

Baca Juga  Rezeki Tukang Ojek Pangkalan Terampas

“Jadi sopir tersebut sedang istirahat di Cikupa menunggu temannya untuk konvoi ke Tanjungpriok,” ujar Suharto, Rabu (29/6).

Namun beberapa saat kemudian, gerombolan pencuri turun dari mobil dan menghampirinya.

Keterangan korban, pelaku pembegalan berjumlah enam orang. Korban pun langsung diikat dan dilakban. Korban juga diduga disekap terlebih dulu.

Setelah itu, korban selanjutnya dibawa ke Gunungsindur dan dibuang di Kampung Citereup, Gunungsindur.

“Korban sempat disekap di kabin belakang dari pukul 02.00 dini hari. Kami pun langsung koordinasi dengan pihak Polsek Cikupa, karena TKP di sana, hanya lokasi pembuangan berada di Gunungsindur,” pungkasnya. (mul/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.