500 Guru di Kabupaten Bogor Pensiun Tahun Ini, Sekolah Negeri Rata-rata Hanya Dihuni Dua Guru ASN

by -
Ilustrasi

METROPOLITAN.id – Krisis tenaga pendidik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) masih membayangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Sebab dari 1.433 Sekolah Dasar Negeri dan 88 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), rata-rata hanya dua orang guru saja yang berstatus ASN.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah menyebutkan bahkan ada sekolah yang hanya memiliki satu guru ASN saja. Selebihnya guru-guru yang ada di SDN dan SMPN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan honorer.

“Total saat ini ada 6.000 guru yang berstatus ASN di SDN dan SMPN, sisanya adalah PPPK dan honorer. Itupun setiap tahunnya berkurang karena banyak juga yang memasuki masa pensiun,” kata Juanda.

Baca Juga  Dari Guru sampai Siswa Boyong Penghargaan

Juanda menyebutkan jika jumlah guru tersebut masih jauh dari kata ideal khususnya yang berstatus ASN dan PPPK. Sehingga Disdik pun mengakalinya merekrut guru honorer yang dibayar menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

“Tahun ini kita ajukan PPPK sekitar 700 orang. Sementara cadangan PPPK kita ada sekitar 3.000 orang. Mudah-mudahan bisa terpenuhi. Karena pengangkatan PPPK berkaitan dengan beban anggaran APBD kita,” paparnya.

Selain itu, dari jumlah guru ASN yang ada di Kabupaten Bogor hingga bulan Desember 2022 setidaknya ada 500 guru yang akan memasuki masa pensiun. Sehingga ia berharap usulan 700 guru PPPK pada tahun ini dapat disetujui.

“Untuk kualitas guru sama saja antara ASN, PPPK atau honorer. Hanya statusnya saja yang membedakan,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.